DEBAT CAWAPRES 2024: Slepetnomik Jadi Gagasan dan Senjata Duet AMIN, Apa Artinya?

Nusantara
Jumat, 22 Dec 2023 22:33
    Bagikan  
DEBAT CAWAPRES 2024: Slepetnomik Jadi Gagasan dan Senjata Duet AMIN, Apa Artinya?
Tangkap layar youtube

Slepetnomik jadi gagasan Cak Imin untuk geliatkan ekonomi berkeadilan.

INDONESIATREN.COM - Agenda Debat Calon Wakil Presiden (Cawapres) Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 memunculkan beberapa keunikan. Satu di antaranya, berkenaan dengan Cawapres Nomor Urut 1, Muhaimin Iskandar.

Dalam statement penutup Debat Cawapres Pilpres 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat 22 Desember 2023, duet AMIN menjadikan sarung sebagai simbol.

Muhaimin Iskandar menjelaskan, sarung merupakan simbol kesetaraan dan keadilan. "Sarung bersifat lembut. Tapi, jika dikelola oleh sosok tepat, sarung bisa menjadi slepet atau alat untuk menumpas ketidakadilan," jelas Cak Imin, sapaan akrabnya.

Cak Imin pun menyoroti masalah belum tidak adanya ketidakadilan kebijakan ekonomi. Yaitu, tuturnya, berupa keberanian mewujudkan regulasi secara adil dan keberpihakan kepada rakyat Indonesia.

Baca juga: DEBAT CAWAPRES: Cak Imin Bingung Ditanya Gibran: Apa Itu SGIE?

Agar tercipta ekonomi yang berkeadilan dan keberpihakan, Cak Imin menyatakan, pihaknya mencetuskan sebuah gagaan beristilah nyleneh, yaitu Slepetnomik.

"Ini (slepetnomik) adalah gagasan ekonomi yang teruji para pakar dan berbasis pengalaman batin dan rasa untuk menciptakan keadilan dan keberpihakan kepada rakyat," terang Cak Imin.

Gagasan Slepetnomik itu pun bisa untuk memangkas proyek-proyek yang menghabiskan uang rakyat hanya untuk memenuhi kepentingan tertentu.

"Kami hadirkan perubahan-perubahan berupa pemerataan dan pembangunan, baik perkotaan maupun perdesaan di seluruh indonesia," tegasnya.

Baca juga: DEBAT CAWAPRES: AMIN Punya Rencana Jumbo Jika Pimpin Indonesia: Bangun 40 Kota Baru

Pihaknya pun, kata dia, siap "slepet" berbagai kecurangan pemain bisnis demi terbangunnya kesetaraan bagi seluruh pelaku usaha. (*)

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Trending Hari Ini

  1. Lowongan Kerja

Berita Terbaru

Lowongan Kerja

Ragam Kamis, 4-Jun-2026 18:59
Lowongan Kerja
Gugat PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Kesimpulan Kuasa Hukum Ahli Waris Labbai: “Alas Hak Tergugat CACAT HUKUM dan TIDAK MEMPUNYAI KEKUATAN HUKUM”
Buktikan sebagai Pemilik Lahan Jelang Sidang Kesimpulan, Ahli Waris Labbai Bersihkan Kawasan yang Diduduki PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar

Lowongan Kerja

Ragam Minggu, 31-May-2026 23:04
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Jumat, 29-May-2026 19:24
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Rabu, 27-May-2026 21:41
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Selasa, 26-May-2026 22:47
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Senin, 25-May-2026 21:14
Lowongan Kerja
259 Karung Material Hitam Disita Polda Gorontalo, 2 Terduga Pelaku PETI Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara dan Denda 100 M
5 Hari Jelang Idul Adha, Inilah Menu Lezat Daging Kambing dan Sapi yang Layak Disiapkan bagi Keluarga
Sukses Digelar di SCBD Park Jakarta, KiN Space Dipuji Wamen Kebudayaan RI: “Efektif Menanamkan Rasa Cinta Budaya Indonesia sejak Usia Dini”
Pernah Tugas di KPK, Jabat Irjen, dan Kini Wakil Rektor Perbanas Institute, Haryono Umar: “Kita Butuh Presiden yang Betul-Betul Cinta kepada Rakyatnya”
Sidang Kesimpulan Ditunda, Jubir Labbai Ungkap Putusan MA yang Mendasari Aksi atas Papan Bicara PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar
Terkait Sengketa dengan Pihak Lain, Papan Bicara PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar Coba Dirobohkan Ahli Waris Labbai
Jelang Sidang Kesimpulan, Ahli Waris Tanah Labbai Berharap Menang Gugatan Atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar
Membedah Surat-Surat Labbai dan H. Raiya Dg. Kanang di Tanah yang Kini Diduduki PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar

Lowongan Kerja

Ragam Sabtu, 16-May-2026 23:15
Lowongan Kerja
Agar Kuat Berjuang Melawan PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Jubir Labbai Ziarah ke Makam H. Raiya Dg. Kanang
Tanah 27 Hektar, NJOP 1.416.000, Diklaim PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Jubir Labbai: “Yang Kamu Lawan Siapa”
Jubir Labbai tentang Sengketa Tanah Lawan PT Bumi Karsa-Kalla Grup di Lantebung Makassar: “Allei Siri Nu”