Miris, Ikan Pari Jawa Resmi Dinyatakan Punah Akibat Ulah Manusia

Nusantara
Rabu, 27 Dec 2023 14:46
    Bagikan  
Miris, Ikan Pari Jawa Resmi Dinyatakan Punah Akibat Ulah Manusia
Instagram/@pandemictalks

Spesies langka, ikan Pari Jawa dinyatakan telah punah.

INDONESIATREN.COM - Dalam penelitian yang dipimpin oleh Charles Darwin University, Australia, menyatakan bahwa ikan Pari Jawa yang sangat langka dan hanya pernah tercatat satu kali pada akhir tahun 1800-an resmi punah.

Pengumuman tersebut diumumkan bersamaan dengan pembaruan Daftar Merah Spesien Terancam Punah dari Persatuan Internasional untuk Konversi Alam (IUCN).

Ketua Kelompok Spesialis Ikan Air Tawar IUCN SSCm Kathy Hughes mengungkapkan dengan punahnya ikan Pari Jawa ini tentunya menjadi urgensi dalam pelestarian ekosistem.

"Spesies yang beragam ini merupakan bagian integral dari ekosistem, dan penting bagi ketahanannya. Hal ini penting bagi miliaran orang yang bergantung pada ekosistem ari tawar dan jutaan orang yang bergantung pada perikanan," ucap Kathy Hughes.

Baca juga: Bintang Film Parasite, Lee Sun Kyun Meninggal Dunia Diduga Karena Bunuh Diri

Meski upaya survei dilakukan secara terjadwal, ikan Pari Jawa yang berukuran sebesar piring makan itu sudah tidak pernah ditemukan lagi.

Pesisir utara Jawa, terutama di Teluk Jakarta menjadi kawasan industri besar yang menjadi saksi hilangnya habitat dan degradasi lingkungan.

Hal tersebut berkontribusi pada kepunahan ikan Pari Jawa serta dapat menciptakan dampak yang parah terhadap ekosistem laut di kawasan tersebut.

Dikutip dari Sciencealet dan Sea Today, ikan Pari Jawa yang sempat hidup di Australia dan Thailand juga telah lenyap.

Baca juga: Bunda Corla Ngamuk Lagi Gegara Pengungsi Rohingya Semakin Berulah, Netizen: Sudah Terwakilkan

Penilai utama dan Ph.D. kandidat di Universitas Charles Darwin, Julia Constance menyebut bahwa dengan adanya penangkapan ikan secara intensif dan tidak teratur, ditambah hilangnya habita pesisir serta degradasi akibat industrialiasisasi menjadi fakotr utama yang menyebabkan terjadinya kepunahan.

Berdasarkan penelitina, dari tepi sungai pedalaman Australiam hingga tepi danau AS dan pantai Thailand, ikan Pari Jawa ditemukan mati secara massal akibat polusi dan dampak perubahan iklim yang meningkat.

Punahnya ikan Pari Jawa ini harus menjadi cermin dari urgensi pelestarian lingkungan untuk mengambil langkah-langkah konkrit dan kolaboratif untuk mencegah kehancuran lebih lanjut terhadap kehidupan laut dan ekosistem bumi.

Kepunahan ikan Pari Jawa ini merupakan kepunahana ikan laut pertama yang disebabkan oleh aktivitas manusia. (*)

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Gandeng PT CMNP, Kadister Koarmada TNI AL Tinjau Lokasi Perencanaan Pembangunan Jembatan Leuwidinding Jampangtengah-Gunungguruh Kabupaten Sukabumi
Tutup MPLS dengan Aksi Peduli Lingkungan, SMAN 1 Cibadak Sukabumi Tanam 500 Bibit Pohon dan Cat Jembatan Bersama Lintas Sekolah, Forkopimcam, Tokoh Masyarakat, KNPI, serta Karang Taruna
Berkat Komsos Persuasif dan Humanis, Pos Kout Satgas Pamtas Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad Terima Penyerahan Senjata Api Rakitan secara Sukarela dari Tokoh Adat Desa Bekuan Kalbar
Peduli Generasi Muda Perbatasan, Personel Pos Kout Satgas Pamtas Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad Jadi Gadik Materi Wasbang dan Pramuka bagi Pelajar SMPN 1 Ketungau Hulu Sintang Kalbar
Wujudkan Toleransi Antar-Umat Beragama, Satgas Pamtas Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad dan Warga Kerja Bakti Bersihkan Gereja di Desa Riam Sejawak Kalbar
Sidang Putusan Gugatan Ahli Waris Labbai atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Ditunda Hingga 3 Kali di PN Makassar, Politisi Haris Baginda: “Hakul Yakin, Ahli Waris Pasti akan Menang”
Peduli Kesehatan Warga Perbatasan, Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad Gelar Pengobatan Gratis dari Rumah ke Rumah Warga Desa Badau Kapuas Hulu Kalbar

Lowongan Kerja

Ragam Rabu, 15-Jul-2026 18:51
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Selasa, 14-Jul-2026 18:03
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Minggu, 12-Jul-2026 21:03
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Sabtu, 11-Jul-2026 20:31
Lowongan Kerja
Menerima Sertifikat IP PMR Pangan Olahan, Pabrik PT Amerta Indah Otsuka di Pasuruan Jatim Dikunjungi Kepala BPOM RI
Rayakan HUT Ke-64, Satgas Pamtas Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad Gelar Olahraga Bersama dan Syukuran di Pos Kotis Badau Kapuas Hulu Kalbar
HUT Ke-64, Satgas Pamtas RI-MLY Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad Gandeng Puskesmas Badau Gelar Baksos Khitanan Massal dan Pengobatan Gratis bagi Warga Desa Pulau Majang Kalbar

Lowongan Kerja

Ragam Selasa, 7-Jul-2026 23:42
Lowongan Kerja
7 dan 5 Hari Jelang Sidang Putusan di PN Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai Kembali Rekam Video: “Jangan Terkesan PT Bumi Karsa Orang Besar, Bisa Semena-mena Mengambil Haknya Keluarga Ahli Waris Labbai”
Rayakan Orange’s Day 27th, Mahasiswa FIKOM Universitas Esa Unggul dan Komunitas Gumul Juang Sukses Gelar Program PKM di Jatinegara Jakarta Timur
Setelah Atraksi dengan Barang Bekas Viral di Medsos, SDN Tegalega Jampangtengah Sukabumi Dapat Peralatan Marching Band Baru dari Presiden Prabowo Subianto
11 Hari Jelang Putusan Hakim PN Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai Buat Video Kronologi Sengketa: “PT Bumi Karsa-Kalla Grup Tidak Pernah Membeli Lokasi Ahli Waris Labbai bin Sonde”
“The Friendship Linedance Gathering” Bersama Jun & Friends di Revo Mall Kota Bekasi: Dimeriahkan Mama-Mama Very Cute, Pererat Silaturahmi Sesama Pedansa