Tata Cara Mandi Wajib untuk Laki-Laki dan Perempuan Sesuai Tuntunan

Minggu, 5 Nov 2023 14:05
    Bagikan  
Tata Cara Mandi Wajib untuk Laki-Laki dan Perempuan Sesuai Tuntunan
Instagram @satria_rahman198

Ilustrasi seseorang berwudu.

INDONESIATREN.COM - Untuk umat muslim, bersuci merupakan hal yang wajib dilakukan bila dalam keadaan junub atau hadas besar. Salah satu cara membersihkan hadas besar adalah dengan mandi wajib.

Bagi pasangan suami istri, mandi wajib seakan menjadi rutinitas, karena harus dilakukan usai berhubungan intim.

Bukannya hanya hubungan intim, tetapi mimpi basah dan haid mengharuskan seorang Muslim melakukan mandi wajib dengan cara yang benar.

Pasalnya, jika seorang muslim dalam keadaan hadats besar dan tidak melaksanakan mandi wajib, maka ibadahnya terhitung tidak terhitung atau tidak sah.

Baca juga: PBNU Serukan Baca Qunut Nazilah jadi Doa untuk Palestina, Ini Bacaan dan Terjemahannya

Oleh karena itu, mandi wajib yang benar dengan tata cara yang tepat menjadi keharusan agar semua aktivitas ibadah sah dilakukan.

Dikutip dari kanal youtube Adi Hidayat Official, berikut tata cara mandi junub sesuai tuntunan.

Dalam tata cara mandi besar ini, UAH menukil Hadis dari Sayyidah Aisyah radhiyallahu'anha.

عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ إِذَا اغْتَسَلَ مِنَ الْجَنَابَةِ بَدَأَ فَغَسَلَ يَدَيْهِ ، ثُمَّ يَتَوَضَّأُ كَمَا يَتَوَضَّأُ لِلصَّلاَةِ ، ثُمَّ يُدْخِلُ أَصَابِعَهُ فِى الْمَاءِ ، فَيُخَلِّلُ بِهَا أُصُولَ شَعَرِهِ ثُمَّ يَصُبُّ عَلَى رَأْسِهِ ثَلاَثَ غُرَفٍ بِيَدَيْهِ ، ثُمَّ يُفِيضُ الْمَاءَ عَلَى جِلْدِهِ كُلِّهِ

Dari 'Aisyah, istri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa jika Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mandi junub, beliau memulainya dengan mencuci kedua telapak tangannya. Kemudian beliau berwudhu sebagaimana wudhu untuk sholat. Lalu beliau memasukkan jari-jarinya ke dalam air, lalu menggosokkannya ke kulit kepalanya, kemudian menyiramkan air ke atas kepalanya dengan cidukan kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali, kemudian beliau mengalirkan air ke seluruh kulitnya." (HR Al-Bukhari No 248 dan Muslim No 316)

Hadis kedua yang menerangkan tata cara mandi besar:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَتْ مَيْمُونَةُ وَضَعْتُ لِرَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – مَاءً يَغْتَسِلُ بِهِ ، فَأَفْرَغَ عَلَى يَدَيْهِ ، فَغَسَلَهُمَا مَرَّتَيْنِ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلاَثًا ، ثُمَّ أَفْرَغَ بِيَمِينِهِ عَلَى شِمَالِهِ ، فَغَسَلَ مَذَاكِيرَهُ ، ثُمَّ دَلَكَ يَدَهُ بِالأَرْضِ ، ثُمَّ مَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ ، ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ وَيَدَيْهِ ثُمَّ غَسَلَ رَأْسَهُ ثَلاَثًا ، ثُمَّ أَفْرَغَ عَلَى جَسَدِهِ ، ثُمَّ تَنَحَّى مِنْ مَقَامِهِ فَغَسَلَ قَدَمَيْهِ

Artinya: "Dari Ibnu 'Abbas berkata bahwa Maimunah mengatakan, "Aku pernah menyediakan air mandi untuk Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Lalu beliau menuangkan air pada kedua tangannya dan mencuci keduanya dua kali-dua kali atau tiga kali. Lalu dengan tangan kanannya beliau menuangkan air pada telapak tangan kirinya, kemudian beliau mencuci kemaluannya. Setelah itu beliau menggosokkan tangannya ke tanah. Kemudian beliau berkumur-kumur dan memasukkan air ke dalam hidung. Lalu beliau membasuh muka dan kedua tangannya. Kemudian beliau membasuh kepalanya tiga kali dan mengguyur seluruh badannya. Setelah itu beliau bergeser dari posisi semula lalu mencuci kedua telapak kakinya (di tempat yang berbeda)." (HR Al-Bukhari No 265 dan Muslim No 317)

Ustadz Adi Hidayat menjelaskan langkah langkah dengan mempraktekan langsung:

1. Pertama yang dilakukan Adi Hidayat sesuai dengan tuntunan Rasulullah, dimulai dengan bismillah dengan niat melakukan di dalam hati kemudian dilanjut dengan mencuci telapak tangan.

2. Untuk menghilangkan bakteri atau kotoran yang melekat di tangan, gunakan sabun. Kemudian, jongkok agar kotoran mudah keluar dari kemaluan, dan bersihkan kembali tangan Anda setelah Anda menyentuhnya.

3. Kemudian dilanjut berwudhu seperti halnya melakukan wudhu untuk sholat.

4. Setelah Anda berwudhu, gunakan telapak tangan Anda untuk mengambil air lagi dan usapkan ke sela-sela rambut kepala Anda dua atau tiga kali hingga air mengenai pori-pori.

5. Menyiram kembali ke bagian daerah kepala hingga rata ke seluruh bagian kepala.

6. Kemudian basuh badan dari bagian kanan, lalu pindah ke bagian kiri.

7. Setelah itu membersihkan bagian kaki. Dianjurkan pindah posisi agar tidak mengenai air bekas cucian kemaluan yang dilakukan pada awal mandi tadi.

8. Karena mandi besar telah menghilangkan najis besar dan kecil dari tubuh, tidak perlu wudhu lagi. Namun, jika sekiranya Anda ingin berwudhu lagi, Anda boleh melakukannya.

Silakan mempraktekan tata cara mandi wajib agar ibadah kita diterima Allah SWT, insyaallah.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Trending Hari Ini

  1. Lowongan Kerja

Berita Terbaru

Lowongan Kerja

Ragam Kamis, 4-Jun-2026 18:59
Lowongan Kerja
Gugat PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Kesimpulan Kuasa Hukum Ahli Waris Labbai: “Alas Hak Tergugat CACAT HUKUM dan TIDAK MEMPUNYAI KEKUATAN HUKUM”
Buktikan sebagai Pemilik Lahan Jelang Sidang Kesimpulan, Ahli Waris Labbai Bersihkan Kawasan yang Diduduki PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar

Lowongan Kerja

Ragam Minggu, 31-May-2026 23:04
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Jumat, 29-May-2026 19:24
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Rabu, 27-May-2026 21:41
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Selasa, 26-May-2026 22:47
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Senin, 25-May-2026 21:14
Lowongan Kerja
259 Karung Material Hitam Disita Polda Gorontalo, 2 Terduga Pelaku PETI Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara dan Denda 100 M
5 Hari Jelang Idul Adha, Inilah Menu Lezat Daging Kambing dan Sapi yang Layak Disiapkan bagi Keluarga
Sukses Digelar di SCBD Park Jakarta, KiN Space Dipuji Wamen Kebudayaan RI: “Efektif Menanamkan Rasa Cinta Budaya Indonesia sejak Usia Dini”
Pernah Tugas di KPK, Jabat Irjen, dan Kini Wakil Rektor Perbanas Institute, Haryono Umar: “Kita Butuh Presiden yang Betul-Betul Cinta kepada Rakyatnya”
Sidang Kesimpulan Ditunda, Jubir Labbai Ungkap Putusan MA yang Mendasari Aksi atas Papan Bicara PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar
Terkait Sengketa dengan Pihak Lain, Papan Bicara PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar Coba Dirobohkan Ahli Waris Labbai
Jelang Sidang Kesimpulan, Ahli Waris Tanah Labbai Berharap Menang Gugatan Atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar
Membedah Surat-Surat Labbai dan H. Raiya Dg. Kanang di Tanah yang Kini Diduduki PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar

Lowongan Kerja

Ragam Sabtu, 16-May-2026 23:15
Lowongan Kerja
Agar Kuat Berjuang Melawan PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Jubir Labbai Ziarah ke Makam H. Raiya Dg. Kanang
Tanah 27 Hektar, NJOP 1.416.000, Diklaim PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Jubir Labbai: “Yang Kamu Lawan Siapa”
Jubir Labbai tentang Sengketa Tanah Lawan PT Bumi Karsa-Kalla Grup di Lantebung Makassar: “Allei Siri Nu”