Baru Awal Tahun, Sukabumi Sudah Digulung Bencana Banjir dan Longsor

Teritori
Selasa, 2 Jan 2024 19:54
    Bagikan  
Baru Awal Tahun, Sukabumi Sudah Digulung Bencana Banjir dan Longsor
Istimewa/BPBD Kabupaten Sukabumi

Hujan deras yang mengguyur mengakibatkan sebagian wilayah Kabupaten Sukabumi digulung bencana banjir dan longsor memasuki awal tahun 2024. BPBD Kabupaten Sukabumi mencatat bencana terjadi di selama dua hari berturut-turut, yakni Senin-Selasa, 1-2 Januari

INDONESIATREN.COM - Hujan deras yang mengguyur mengakibatkan sebagian wilayah Kabupaten Sukabumi digulung bencana banjir dan longsor memasuki awal tahun 2024.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mencatat bencana terjadi di Kecamatan Simpenan, Gegerbitung, Cisaat, dan Cicurug. Rentetan bencana terjadi selama dua hari berturut-turut, yakni Senin-Selasa, 1-2 Januari 2024.

Petugas Pusdalops PB BPBD Kabupaten Sukabumi, Sandra Fitria mengatakan, peristiwa pertama banjir di Kampung Ciengang RT 10/05 Desa Cihaur, Kecamatan Simpenan menyebabkan bendungan di perkebunan sorgum jebol hingga membuat dua unit rumah warga dan 1.200 sawah siap panen terendam.

Baca juga: Tanah Bergerak di Cireunghas Sukabumi, PVMBG: Masih Ada Potensi Longsor dan Retakan

Banjir juga mengakibatkan tambak ikan milik warga ikut terendam. Hingga kini petugas di lapangan masih melakukan pendataan.

"Di hari yang sama, juga terjadi bencana angin kencang di Kampung Lio, Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug. Satu dinding rumah warga ambruk sehingga tak bisa digunakan. Rumah dihuni enam jiwa. Penghuninya sudah diberi imbauan waspada dan segera melapor apabila ada bencana susulan," kata Sandra, Selasa, 2 Januari 2024.

Masih di Kecamatan Cicurug, cuaca ekstrem juga mengakibatkan tebing setinggi 10 meter longsor hingga menutup akses jalan lingkungan.

Hingga kini petugas bersama aparat dan warga setempat masih berupaya mengevakuasi material longsoran.

Untuk sementara akses jalan tak bisa dilewati akibat longsor. Selain itu satu rumah juga terancam.

Baca juga: Hulu Sungai Cimandiri Meluap, 7 Rumah di Cireunghas Sukabumi Terendam Banjir

"Selanjutnya, di hari yang sama terjadi bencana banjir di Kampung Tegal Sereh RT 08/03 Desa Caringin, Kecamatan Gegerbitung. Kejadian sekitar pukul 17.00 WIB. Hujan deras mengakibatkan aliran Sungai Cimandiri meluap sehingga menyebabkan TPT Saluran Irigasi Leuwibitung tergerus air. Sementara warga membuat tanggul manual agar air bosa mengalir ke area persawahan," lanjutnya.

Masih kata Sandra, di hari berikutnya, terjadi bencana longsor di Kampung Caringin, Desa Caringin, Kecamatan Gegerbitung.

Hujan deras mengakibatkan TPT rumah warga ambrol, sehingga mengancam penghuninya. Tinggi longsoran sekitar 2 meter dan lebar 10 meter.

Baca juga: Antisipasi Banjir dan Longsor, Prajurit Koramil Cibadak Sukabumi Bersihkan Sampah Bahu Jalan

Hingga kini belum dilakukan penanganan, baru berupa asesmen atau kaji cepat oleh petugas di lapangan.

"Selanjutnya juga terjadi longsor di Kampung Cikiray Kaler, Desa Sukamanah, Kecamatan Cisaat. Saluran Irigasi Ciraden yang mengari 300 hektare lahan di empat desa tertutup longsoran. Petugas dan warga gotong royong membuka kembali saluran air yang tertutup longsoran. Dari seluruh kejadian bencana dilaporkan tak ada korban jiwa maupun luka," kata Sandra.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Sidang Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Ditunda 4 Kali oleh PN Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai: “Tanggal 28 Kita Buat Orasi di Sana, Suruh Ketua Pengadilan Panggil Hakim Bacakan Putusan”
Sidang Putusan Gugatan atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Ditunda 4 Kali, Jubir Ahli Waris Labbai: “Kami Berharap Ketua Pengadilan Negeri Makassar Bisa Mengawal Hakim yang Menangani Perkara”
Tindak Tegas PETI di Gorontalo Utara, Petugas Ditreskrimsus Polda Gorontalo Pasang Police Line di Lubang Tambang dan Tromol Pengolahan Hasil Tambang
Dikirim Bantuan 15.000 Liter Air Bersih Setelah 2 Bulan Dilanda Kekeringan Parah, Warga Kampung Babakan Sari Sukabumi Berucap Alhamdulillah: “Terima Kasih PMI dan BPBD”
Gandeng PT CMNP, Kadister Koarmada TNI AL Tinjau Lokasi Perencanaan Pembangunan Jembatan Leuwidinding Jampangtengah-Gunungguruh Kabupaten Sukabumi
Tutup MPLS dengan Aksi Peduli Lingkungan, SMAN 1 Cibadak Sukabumi Tanam 500 Bibit Pohon dan Cat Jembatan Bersama Lintas Sekolah, Forkopimcam, Tokoh Masyarakat, KNPI, serta Karang Taruna
Berkat Komsos Persuasif dan Humanis, Pos Kout Satgas Pamtas Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad Terima Penyerahan Senjata Api Rakitan secara Sukarela dari Tokoh Adat Desa Bekuan Kalbar
Peduli Generasi Muda Perbatasan, Personel Pos Kout Satgas Pamtas Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad Jadi Gadik Materi Wasbang dan Pramuka bagi Pelajar SMPN 1 Ketungau Hulu Sintang Kalbar
Wujudkan Toleransi Antar-Umat Beragama, Satgas Pamtas Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad dan Warga Kerja Bakti Bersihkan Gereja di Desa Riam Sejawak Kalbar
Sidang Putusan Gugatan Ahli Waris Labbai atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Ditunda Hingga 3 Kali di PN Makassar, Politisi Haris Baginda: “Hakul Yakin, Ahli Waris Pasti akan Menang”
Peduli Kesehatan Warga Perbatasan, Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad Gelar Pengobatan Gratis dari Rumah ke Rumah Warga Desa Badau Kapuas Hulu Kalbar

Lowongan Kerja

Ragam Rabu, 15-Jul-2026 18:51
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Selasa, 14-Jul-2026 18:03
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Minggu, 12-Jul-2026 21:03
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Sabtu, 11-Jul-2026 20:31
Lowongan Kerja
Menerima Sertifikat IP PMR Pangan Olahan, Pabrik PT Amerta Indah Otsuka di Pasuruan Jatim Dikunjungi Kepala BPOM RI
Rayakan HUT Ke-64, Satgas Pamtas Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad Gelar Olahraga Bersama dan Syukuran di Pos Kotis Badau Kapuas Hulu Kalbar
HUT Ke-64, Satgas Pamtas RI-MLY Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad Gandeng Puskesmas Badau Gelar Baksos Khitanan Massal dan Pengobatan Gratis bagi Warga Desa Pulau Majang Kalbar

Lowongan Kerja

Ragam Selasa, 7-Jul-2026 23:42
Lowongan Kerja
7 dan 5 Hari Jelang Sidang Putusan di PN Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai Kembali Rekam Video: “Jangan Terkesan PT Bumi Karsa Orang Besar, Bisa Semena-mena Mengambil Haknya Keluarga Ahli Waris Labbai”