Evakuasi Pascakecelakaan KA Turangga vs KA Lokal Bandung Raya Selesai, Perjalanan Kembali Normal

Teritori
Sabtu, 6 Jan 2024 09:58
    Bagikan  
Evakuasi Pascakecelakaan KA Turangga vs KA Lokal Bandung Raya Selesai, Perjalanan Kembali Normal
Humas PT KAI DAOP 2 Bandung

Evakuasi pascakecelakaan KA Turangga vs KA Lokal Bandung Raya dinyatakan selesai pada Sabtu, 6 Januari 2024, PT KAI nyatakan perjalanan kembali normal.

INDONESIATREN.COM - Evakuasi pascakecelakaan rangkaian kereta api (KA) Turangga dan Commuterline atau KA Lokal Bandung Raya di km 181+700 petak jalan antara Stasiun Haurpugur-Cicalengka pada Jumat, 5 Januari 2024 dinyatakan selesai.

Manager Humas DAOP 2 Bandung, Ayep Hanapi memastikan jalur tersebut sudah dinormalisasi oleh petugas dan dinyatakan aman oleh Tim Jalan dan Jembatan Daop 2 Bandung pada Sabtu, 6 Januari 2024 pukul 06.30 WIB.

Selain itu, DAOP 2 Bandung sudah melakukan uji coba jalur KA dengan dua lokomotif dengan kecepatan 5 kilometer per jam pada pukul 07.28 WIB.

Baca juga: PT KAI Bentuk Tim Investigasi Kaji Kecelakaan KA Turangga vs Commuter Line Bandung di Cicalengka

Ayep menambahkan, pihaknya berterima kasih kepada seluruh stakeholder yang terlibat dalam evakuasi KA Turangga dan Commuterline Bandung Raya.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder yang telah berusaha semaksimal mungkin untuk menuntaskan proses evakuasi sehingga jalur dapat kembali normal," kata Ayep melalui keterangan resminya.

Dalam kesempatan itu, DAOP 2 Bandung juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan KA yang terganggu perjalanannya akibat tabrakan di km 181+700 petak jalan antara Stasiun Haurpugur-Cicalengka.

"KAI memohon maaf kepada seluruh pelanggan baik yang perjalanannya mengalami keterlambatan, maupun yang perjalanannya dibatalkan," ujarnya.

Baca juga: Masinis Kereta Api Turangga Lolos dari Kecelakaan Maut di Cicalengka

Berikut jadwal keberangkatan KA Jarak Jauh DAOP 2 Bandung ke arah timur:

KA Keberangkatan dari Stasiun Kiaracondong ke arah Timur:

1. KA Pasundan (240) relasi Kiaracondong - Surabaya Gubeng berangkat pukul 10.15 WIB datang pukul 23.54 WIB.
2. KA Kutojaya Selatan (260) relasi Kiaracondong - Kutoarjo berangkat pukul 20.50 WIB datang pukul 03.55 WIB.
3. KA Kahuripan (238) relasi Kiaracondong - Blitar berangkat pukul 22.15 WIB datang pukul 12.10 WIB.
4. KA Tambahan KAC-SGU (7036A) relasi Kiaracondong - Surabaya Gubeng berangkat pukul 09.10 WIB datang 22.55 WIB.

KA Keberangkatan dari Stasiun Bandung ke arah Timur:

1. KA Lodaya Pagi (92) relasi Bandung - Solobalapan berangkat pukul 06.55 WIB datang pukul 14.50 WIB.
2. KA Argo Wilis (6) relasi Bandung - Surabaya Gubeng berangkat pukul 07.40 WIB datang pukul 17.35 WIB.
3. KA Lodaya Tambahan (7024A) relasi Bandung - Solobalapan berangkat pukul 10.20 WIB datang pukul 19.24 WIB.
4. KA Turangga (66) relasi Bandung - Surabaya Gubeng berangkat pukul 18.10 WIB datang pukul 04.21 WIB.
5. KA Malabar (122) relasi Bandung - Malang berangkat pukul 17.20 WIB datang pukul 06.34 WIB.
6. KA Lodaya Malam (94) relasi Bandung - Solobalapan berangkat pukul 19.00 WIB datang pukul 03.00 WIB.
7. KA Mutiara Selatan (86) relasi Bandung - Surabaya berangkat pukul 20.00 WIB datang pukul 07.08 WIB.
8. KA Lodaya Tambahan (7022A) relasi Bandung - Solobalapan berangkat pukul 21.25 WIB datang pukul 06.30 WIB.

Sebelumnya, tiga unit crane dikerahkan untuk mengevakuasi Kereta Api (KA) Turangga yang bertabrakan dengan Commuterline atau KA Lokal Bandung Raya di Cicalengka, Kabupaten Bandung pada Jumat 5 Januari 2024 pukul 06.03 WIB.

Direktur Utama PT KAI, Didiek Hartantyo, menegaskan pihaknya masih berupaya untuk mengevakuasi kereta yang bertabrakan di km 181+700 petak jalan antara Stasiun Haurpugur-Stasiun Cicalengka.

Setidaknya ada tiga unit crane dari Bandung, Solo, dan Cirebon yang dikerahkan untuk mengevakuasi KA Turangga dan Commuterline Bandung Raya.

"Ini akan memakan waktu karena cukup banyak kereta yang anjlok," kata Didiek, Jumat 5 Januari 2024. (*)

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Trending Hari Ini

  1. Lowongan Kerja

Berita Terbaru

Lowongan Kerja

Ragam Kamis, 4-Jun-2026 18:59
Lowongan Kerja
Gugat PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Kesimpulan Kuasa Hukum Ahli Waris Labbai: “Alas Hak Tergugat CACAT HUKUM dan TIDAK MEMPUNYAI KEKUATAN HUKUM”
Buktikan sebagai Pemilik Lahan Jelang Sidang Kesimpulan, Ahli Waris Labbai Bersihkan Kawasan yang Diduduki PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar

Lowongan Kerja

Ragam Minggu, 31-May-2026 23:04
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Jumat, 29-May-2026 19:24
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Rabu, 27-May-2026 21:41
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Selasa, 26-May-2026 22:47
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Senin, 25-May-2026 21:14
Lowongan Kerja
259 Karung Material Hitam Disita Polda Gorontalo, 2 Terduga Pelaku PETI Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara dan Denda 100 M
5 Hari Jelang Idul Adha, Inilah Menu Lezat Daging Kambing dan Sapi yang Layak Disiapkan bagi Keluarga
Sukses Digelar di SCBD Park Jakarta, KiN Space Dipuji Wamen Kebudayaan RI: “Efektif Menanamkan Rasa Cinta Budaya Indonesia sejak Usia Dini”
Pernah Tugas di KPK, Jabat Irjen, dan Kini Wakil Rektor Perbanas Institute, Haryono Umar: “Kita Butuh Presiden yang Betul-Betul Cinta kepada Rakyatnya”
Sidang Kesimpulan Ditunda, Jubir Labbai Ungkap Putusan MA yang Mendasari Aksi atas Papan Bicara PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar
Terkait Sengketa dengan Pihak Lain, Papan Bicara PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar Coba Dirobohkan Ahli Waris Labbai
Jelang Sidang Kesimpulan, Ahli Waris Tanah Labbai Berharap Menang Gugatan Atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar
Membedah Surat-Surat Labbai dan H. Raiya Dg. Kanang di Tanah yang Kini Diduduki PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar

Lowongan Kerja

Ragam Sabtu, 16-May-2026 23:15
Lowongan Kerja
Agar Kuat Berjuang Melawan PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Jubir Labbai Ziarah ke Makam H. Raiya Dg. Kanang
Tanah 27 Hektar, NJOP 1.416.000, Diklaim PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Jubir Labbai: “Yang Kamu Lawan Siapa”
Jubir Labbai tentang Sengketa Tanah Lawan PT Bumi Karsa-Kalla Grup di Lantebung Makassar: “Allei Siri Nu”