Disdik Jabar Beberkan Proses Inventarisasi untuk Pembangunan Sekolah SMA dan SMK Negeri

Teritori
Kamis, 11 Jan 2024 17:38
    Bagikan  
Disdik Jabar Beberkan Proses Inventarisasi untuk Pembangunan Sekolah SMA dan SMK Negeri
Indonesia Tren/ Ade Mamad Sam

Ilustrasi Kegiatan Belajar Mengajar di SMAN 1 Cileunyi, Kabupaten Bandung. Disdik Jabar mencatat 144 kecamatan di Jawa Barat (Jabar) belum memilliki SMA/SMK yang berstatus negeri.

INDONESIATREN.COMDinas Pendidikan Jawa Barat (Disdik Jabar) saat ini sedang fokus menginventarisasi dan menyusun skala prioritas pembangunan SMA/SMK negeri. Sebab, terdapat 144 kecamatan di Jabar yang tidak memiliki sekolah SMA/SMK yang berstatus negeri.

Kepala Disdik Jabar, Wahyu Mijaya mengatakan, proses inventarisasi lahan ini bertujuan untuk pembangunan 11 SMA/SMK negeri berdasarkan skala prioritas di 2024. Sebab, salah satu indikator skala prioritas pembangunan ini berhubungan dengan ketersediaan di suatu kecamatan.

"Kami sedang inventarisasi yang paling membutuhkan (pembangunan sekolah) dengan kesediaan lahan. Jadi kalau yang paling membutuhkan, kami sudah ada prioritasnya," kata Wahyu, Kamis 11 Januari 2024.

Saat ini, Disdik Jabar sedang mengomunikasikan dengan pemerintah kabupaten/kota yang berencana menghibahkan lahan untuk membangun sekolah.

Baca juga: DPRD kota Bandung Desak Pemkot Segera Bentuk BPBD, Ini Alasannya

"Kami sedang kita komunikasikan dan tim kami juga sudah mulai turun ke lapangan meninjau lokasi-lokasi yang memang sekiranya bisa dibangun untuk lahan sekolah tersebut," ujarnya.

Wahyu menambahkan, pemilihan lahan juga dilakukan oleh Disdik Jabar karena ada lahan-lahan yang berada di zona merah kebencanaan. Sehingga proses rencana pembangunan sekolah sudah mempertimbangkan beberapa kondisi tersebut.

"Bukan di daerah rawan bencana gitu. Ya di daerah yang memang dari sisi kepadatan penduduk juga cukup. Itu juga harus kami perhatikan," kata dia menambahkan.

Saat disinggung mengenai anggaran yang dibutuhkan untuk membangun satu unit sekolah, Wahyu belum bisa merincikannya.

Baca juga: Klaim Bulog: Bantuan Pangan Beras Jadi Jurus Ampuh Atasi inflasi

Namun, dia memastikan pembangunan unit satu sekolah beserta segala fasilitasnya membutuhkan anggaran yang cukup besar.

"Kalau membangun sekolah secara lengkap itu besar. Misalkan, tanah 1 hektare, minimal 1 hektare.  Kemudian, untuk ruang TU, ruang kepala sekolah, untuk ruang kelas, praktik, toilet, ruang osis, dan lain sebagainya. Itu pasti besar," ucapnya.

Lebih lanjut, Wahyu menuturkan, rencana pembangunan 11 unit sekolah di 2024 ini akan dilakukan minimalis terlebih dahulu. Kemudian, di tahun selanjutnya akan dimasukkan ke dana alokasi khusus (DAK).

"Sehingga proses pembangunannya itu bisa berlanjut gitu. Jadi tidak langsung oleh kita gitu kan. Tidak 1 kali tuntas gitu kan. Karena kan, sekolah juga nanti siswa-siswa yang masuk juga bertahap gitu," kata dia. (*)

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Disomasi PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar karena Timbun dan Bersih-Bersih Tanah Milik Sendiri, Jubir Ahli Waris Labbai: “Salah Alamat”
Tumbuhkan Asa pada Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus Indonesia 2026 di Hall Dewan Pers Jakarta

Lowongan Kerja

Ragam Kamis, 4-Jun-2026 18:59
Lowongan Kerja
Gugat PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Kesimpulan Kuasa Hukum Ahli Waris Labbai: “Alas Hak Tergugat CACAT HUKUM dan TIDAK MEMPUNYAI KEKUATAN HUKUM”
Buktikan sebagai Pemilik Lahan Jelang Sidang Kesimpulan, Ahli Waris Labbai Bersihkan Kawasan yang Diduduki PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar

Lowongan Kerja

Ragam Minggu, 31-May-2026 23:04
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Jumat, 29-May-2026 19:24
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Rabu, 27-May-2026 21:41
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Selasa, 26-May-2026 22:47
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Senin, 25-May-2026 21:14
Lowongan Kerja
259 Karung Material Hitam Disita Polda Gorontalo, 2 Terduga Pelaku PETI Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara dan Denda 100 M
5 Hari Jelang Idul Adha, Inilah Menu Lezat Daging Kambing dan Sapi yang Layak Disiapkan bagi Keluarga
Sukses Digelar di SCBD Park Jakarta, KiN Space Dipuji Wamen Kebudayaan RI: “Efektif Menanamkan Rasa Cinta Budaya Indonesia sejak Usia Dini”
Pernah Tugas di KPK, Jabat Irjen, dan Kini Wakil Rektor Perbanas Institute, Haryono Umar: “Kita Butuh Presiden yang Betul-Betul Cinta kepada Rakyatnya”
Sidang Kesimpulan Ditunda, Jubir Labbai Ungkap Putusan MA yang Mendasari Aksi atas Papan Bicara PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar
Terkait Sengketa dengan Pihak Lain, Papan Bicara PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar Coba Dirobohkan Ahli Waris Labbai
Jelang Sidang Kesimpulan, Ahli Waris Tanah Labbai Berharap Menang Gugatan Atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar
Membedah Surat-Surat Labbai dan H. Raiya Dg. Kanang di Tanah yang Kini Diduduki PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar

Lowongan Kerja

Ragam Sabtu, 16-May-2026 23:15
Lowongan Kerja
Agar Kuat Berjuang Melawan PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Jubir Labbai Ziarah ke Makam H. Raiya Dg. Kanang