3 Anak Tewas di Lokasi Galian Pasir di Nyalindung Sukabumi

Teritori
Kamis, 11 Jan 2024 19:56
    Bagikan  
3 Anak Tewas di Lokasi Galian Pasir di Nyalindung Sukabumi
Indonesiatren.com/Riza Fauzi

Tiga anak ditemukan tewas di lokasi galian pasir yang tergenang air di Kampung Warungwaru RT 01/04 Desa Neglasari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada Kamis, 11 Januari 2024. Ketiga anak tersebut diketahui masih berusia balita, usia

INDONESIATREN.COM - Tiga anak ditemukan tewas di lokasi galian pasir yang tergenang air di Kampung Warungwaru RT 01/04 Desa Neglasari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis, 11 Januari 2024.

Ketiga anak tersebut diketahui masih berusia balita, usia 4-5 tahun. Ironisnya, semula tak ada warga yang mengetahui kejadian tersebut. Ketiga anak itu baru ditemukan ketika ada orang tua yang mencari anaknya.

Kapolsek Nyalindung Ajun Komisaris Polisi Joko Susanto Supono mengatakan, awalnya ada warga yang melapor pada Kamis siang sekitar pukul 11.30 WIB bahwa ada tiga anak tenggelam di Kampung Warungwaru.

Baca juga: Hilang Saat Mancing, Pemuda Ciemas Sukabumi Tewas Tenggelam di Sungai Ciletuh

Bhabinkamtibmas pun langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan TKP, kemudian mengevakuasi ketiga anak yang tenggelam di lokasi galian pasir.

"Jadi yang disayangkan itu tidak ada yang tahu bahwa anak-anak itu tenggelam. Warga menyampaikan ketiga anak tersebut sedang bermain di area sekitar galian," ujarnya.

Jadi ketiga anak tersebut sedang main di kali atau selokan, kemudian terpeleset hingga menyebabkan tenggelam," kata Joko kepada awak media, di lokasi.

Informasi yang dihimpun, saat itu hujan mengguyur kawasan Nyalindung. Diduga sempat terjadi longsor hingga membuat ketiga anak tersebut terseret ke galian yang tergenang air.

Baca juga: Pria Tewas Tenggelam di Curug Congcot Sukabumi, Evakuasi Berlangsung Dramatis

Diperkirakan galian tersebut cukup dalam sehingga ketiga korban tenggelam. Dua anak dibawa ke RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi, satu anak dibawa ke Puskesmas Cijangkar untuk mendapat pertolongan pertama. Nahas, nyawa mereka tak bisa terselamatkan.

"Upaya dari kepolisian, selain melakukan pengecekan ke TKP, memeriksa saksi-saksi-saksi, hingga mengevakuasi korban. Kita sudah berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Sukabumi untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Sementara kita menunggu dulu," lanjut Joko.

Sementara itu, Kepala Desa Iyan Supiani mengaku sedang berada di desa saat peristiwa nahas itu terjadi. Berdasarkan penuturan warga, Iyan menyebut ketiga anak yang menjadi korban itu masuk ke area galian lewat gerbang yang tak dikunci.

Baca juga: Bocah Asal Padalarang Tewas Tenggelam Usai Bermain di Situ Ciburuy, Netizen Ramai-ramai Doakan

Kejadian itu baru diketahui ketika ada ibu yang sedang mencari anaknya dan menemukan ketiga korban tenggelam.

"Si ibunya itu tidak bisa menolong langsung karena itu tempatnya dalam. Itu ada kecerobohan dari pihak penggali proyek. Tidak ditutup lagi," ungkap Iyan.

"Saya dari pihak keluarga, apalagi salah satu anak yang jadi korban itu cucu saya sendiri, berharap semoga ini bisa jadi pelajaran. Lebih lanjutnya nanti masing-masing orang tua anak ini ketemu sama pihak yang menggali," ujarnya.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Tindak Tegas PETI di Gorontalo Utara, Petugas Ditreskrimsus Polda Gorontalo Pasang Police Line di Lubang Tambang dan Tromol Pengolahan Hasil Tambang
Dikirim Bantuan 15.000 Liter Air Bersih Setelah 2 Bulan Dilanda Kekeringan Parah, Warga Kampung Babakan Sari Sukabumi Berucap Alhamdulillah: “Terima Kasih PMI dan BPBD”
Gandeng PT CMNP, Kadister Koarmada TNI AL Tinjau Lokasi Perencanaan Pembangunan Jembatan Leuwidinding Jampangtengah-Gunungguruh Kabupaten Sukabumi
Tutup MPLS dengan Aksi Peduli Lingkungan, SMAN 1 Cibadak Sukabumi Tanam 500 Bibit Pohon dan Cat Jembatan Bersama Lintas Sekolah, Forkopimcam, Tokoh Masyarakat, KNPI, serta Karang Taruna
Berkat Komsos Persuasif dan Humanis, Pos Kout Satgas Pamtas Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad Terima Penyerahan Senjata Api Rakitan secara Sukarela dari Tokoh Adat Desa Bekuan Kalbar
Peduli Generasi Muda Perbatasan, Personel Pos Kout Satgas Pamtas Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad Jadi Gadik Materi Wasbang dan Pramuka bagi Pelajar SMPN 1 Ketungau Hulu Sintang Kalbar
Wujudkan Toleransi Antar-Umat Beragama, Satgas Pamtas Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad dan Warga Kerja Bakti Bersihkan Gereja di Desa Riam Sejawak Kalbar
Sidang Putusan Gugatan Ahli Waris Labbai atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Ditunda Hingga 3 Kali di PN Makassar, Politisi Haris Baginda: “Hakul Yakin, Ahli Waris Pasti akan Menang”
Peduli Kesehatan Warga Perbatasan, Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad Gelar Pengobatan Gratis dari Rumah ke Rumah Warga Desa Badau Kapuas Hulu Kalbar

Lowongan Kerja

Ragam Rabu, 15-Jul-2026 18:51
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Selasa, 14-Jul-2026 18:03
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Minggu, 12-Jul-2026 21:03
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Sabtu, 11-Jul-2026 20:31
Lowongan Kerja
Menerima Sertifikat IP PMR Pangan Olahan, Pabrik PT Amerta Indah Otsuka di Pasuruan Jatim Dikunjungi Kepala BPOM RI
Rayakan HUT Ke-64, Satgas Pamtas Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad Gelar Olahraga Bersama dan Syukuran di Pos Kotis Badau Kapuas Hulu Kalbar
HUT Ke-64, Satgas Pamtas RI-MLY Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad Gandeng Puskesmas Badau Gelar Baksos Khitanan Massal dan Pengobatan Gratis bagi Warga Desa Pulau Majang Kalbar

Lowongan Kerja

Ragam Selasa, 7-Jul-2026 23:42
Lowongan Kerja
7 dan 5 Hari Jelang Sidang Putusan di PN Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai Kembali Rekam Video: “Jangan Terkesan PT Bumi Karsa Orang Besar, Bisa Semena-mena Mengambil Haknya Keluarga Ahli Waris Labbai”
Rayakan Orange’s Day 27th, Mahasiswa FIKOM Universitas Esa Unggul dan Komunitas Gumul Juang Sukses Gelar Program PKM di Jatinegara Jakarta Timur
Setelah Atraksi dengan Barang Bekas Viral di Medsos, SDN Tegalega Jampangtengah Sukabumi Dapat Peralatan Marching Band Baru dari Presiden Prabowo Subianto