Kawasan Hutan di Jabar Mengalami Deforestasi dan Degradasi, Bandung Raya Berstatus Sangat Kritis

Teritori
Selasa, 16 Jan 2024 18:45
    Bagikan  
Kawasan Hutan di Jabar Mengalami Deforestasi dan Degradasi, Bandung Raya Berstatus Sangat Kritis
Indonesia Tren/ Ade Mamad Sam

Kawasan Kota Bandung yang terlihat dari lahan pertanian di Kawasan bandung Utara, beberapa waktu lalu. Walhi memastikan kawasan hutan di Bandung Raya mengalami deforestasi dan degradasi sehingga berstatus sangat kritis.

INDONESIATREN.COMPuncak musim penghujan yang terjadi di Jawa Barat (Jabar) harus dijadikan evaluasi secara komprehensif oleh semua pihak. Sebab, rentetan bencana yang terjadi di Jabar tidak hanya diakibatkan oleh faktor alam terutama intensitas hujan yang disertai angin semata melainkan terjadi alih fungsi lahan yang begitu masif.

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jabar, Wahyudin Iwang mengatakan, kawasan hutan di Jabar, dari tahun ke tahun mengalami deforestasi dan degradasi yang signifikan.

"Perubahan bentang alam yang dikarenakan alih fungsi lahan secara berlebihan di pedesaan, rural bahkan daerah urban semakin memperburuk keberlangsungan lingkungan," kata Wahyudin, Selasa 16 Januari 2024.

Berdasarkan data dari di opendata.Jabar pertahun 2022 terdapat seluas 907.683,68 Ha lahan kritis di Jabar. Walhi menduga lahan kritis makin bertambah seiring adanya intervensi berbagai kegiatan seperti, rencana kegiatan infrastruktur, pembangunan properti, tambang, dan maraknya ijin wisata alam di Jabar.

Baca juga: Pria di Bandung Tewas Tertemper Commuter Line, Jenazah Dievakuasi ke RS Sartika

Sehingga dari kondisi tersebut, sudah dipastikan jika kawasan hutan di Bandung Raya, dikatakan Wahyudin, berstatus sangat kritis.

"Kabupaten Bandung terdapat seluas 46.678,84 ha berstatus sangat kritis, Kabupaten Bandung Barat terdapat seluas 53.018,62 Ha. Kemudian, Kota Bandung 837,42 Ha dan Kota.Cimahi terdapat seluas 616,03 Ha, keduanya berstatus sangat kritis," ujarnya.

Wahyudin menambahkan, Kawasan Bandung Utara (KBU) telah kehilangan fungsi sebagai lahan hijau dan resapan air. Hal itu dikarenakan gerusan pembangunan properti dan ijin wisata alam.

"Seakan Perda KBU dalam upaya memulihkan dan melestarikan kawasan tidak dijalankan sesuai mestinya oleh Pemkot Bandung, Pemkab Bandung, dan Pemprov Jabar," kata dia menambahkan.

Belum lagi sistem drainase dan tata ruang yang di Kota Bandung yang tidak maksimal turut menjadi penyebab genangan air.

Baca juga: Berbekal Jaringan 5G, Simak Spesifikasi dan Harga Hp Samsung Galaxy A52s, Belinya di Toko Ini

Hal tersebut mencerminkan ketidakseriusan pemerintah dalam menertibkan bangunan liar yang berada di sempadan Sungai Cikapundung beserta mikro DAS yang terdapat di hamparan KBU.

Selain itu, dia juga menyayangkan alih fungsi lahan di KBU yang menjadi lahan pertanian. Menurutnya, hal itu seharusnya tidak dilakukan untuk tetap menjaga resapan air di wilayah hulu. 

"Terakhir tidak lepas dari alih fungsi kawasan oleh pertanian yang tidak menyertasi pohon-pohon tegakan ikut serta memberikan dampak buruk terhadap keberlangsungan lingkungan," kata dia. (*)

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Gandeng PT CMNP, Kadister Koarmada TNI AL Tinjau Lokasi Perencanaan Pembangunan Jembatan Leuwidinding Jampangtengah-Gunungguruh Kabupaten Sukabumi
Tutup MPLS dengan Aksi Peduli Lingkungan, SMAN 1 Cibadak Sukabumi Tanam 500 Bibit Pohon dan Cat Jembatan Bersama Lintas Sekolah, Forkopimcam, Tokoh Masyarakat, KNPI, serta Karang Taruna
Berkat Komsos Persuasif dan Humanis, Pos Kout Satgas Pamtas Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad Terima Penyerahan Senjata Api Rakitan secara Sukarela dari Tokoh Adat Desa Bekuan Kalbar
Peduli Generasi Muda Perbatasan, Personel Pos Kout Satgas Pamtas Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad Jadi Gadik Materi Wasbang dan Pramuka bagi Pelajar SMPN 1 Ketungau Hulu Sintang Kalbar
Wujudkan Toleransi Antar-Umat Beragama, Satgas Pamtas Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad dan Warga Kerja Bakti Bersihkan Gereja di Desa Riam Sejawak Kalbar
Sidang Putusan Gugatan Ahli Waris Labbai atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Ditunda Hingga 3 Kali di PN Makassar, Politisi Haris Baginda: “Hakul Yakin, Ahli Waris Pasti akan Menang”
Peduli Kesehatan Warga Perbatasan, Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad Gelar Pengobatan Gratis dari Rumah ke Rumah Warga Desa Badau Kapuas Hulu Kalbar

Lowongan Kerja

Ragam Rabu, 15-Jul-2026 18:51
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Selasa, 14-Jul-2026 18:03
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Minggu, 12-Jul-2026 21:03
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Sabtu, 11-Jul-2026 20:31
Lowongan Kerja
Menerima Sertifikat IP PMR Pangan Olahan, Pabrik PT Amerta Indah Otsuka di Pasuruan Jatim Dikunjungi Kepala BPOM RI
Rayakan HUT Ke-64, Satgas Pamtas Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad Gelar Olahraga Bersama dan Syukuran di Pos Kotis Badau Kapuas Hulu Kalbar
HUT Ke-64, Satgas Pamtas RI-MLY Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad Gandeng Puskesmas Badau Gelar Baksos Khitanan Massal dan Pengobatan Gratis bagi Warga Desa Pulau Majang Kalbar

Lowongan Kerja

Ragam Selasa, 7-Jul-2026 23:42
Lowongan Kerja
7 dan 5 Hari Jelang Sidang Putusan di PN Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai Kembali Rekam Video: “Jangan Terkesan PT Bumi Karsa Orang Besar, Bisa Semena-mena Mengambil Haknya Keluarga Ahli Waris Labbai”
Rayakan Orange’s Day 27th, Mahasiswa FIKOM Universitas Esa Unggul dan Komunitas Gumul Juang Sukses Gelar Program PKM di Jatinegara Jakarta Timur
Setelah Atraksi dengan Barang Bekas Viral di Medsos, SDN Tegalega Jampangtengah Sukabumi Dapat Peralatan Marching Band Baru dari Presiden Prabowo Subianto
11 Hari Jelang Putusan Hakim PN Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai Buat Video Kronologi Sengketa: “PT Bumi Karsa-Kalla Grup Tidak Pernah Membeli Lokasi Ahli Waris Labbai bin Sonde”
“The Friendship Linedance Gathering” Bersama Jun & Friends di Revo Mall Kota Bekasi: Dimeriahkan Mama-Mama Very Cute, Pererat Silaturahmi Sesama Pedansa