Harga Tiket Transportasi Mahal, Jadi Biang Kerok Pergerakan Wisatawan ke Jabar Melesu

Sabtu, 23 Dec 2023 18:32
    Bagikan  
Harga Tiket Transportasi Mahal, Jadi Biang Kerok Pergerakan Wisatawan ke Jabar Melesu
Indonesia Tren/Reza Deny Rustama

Suasana kepadatan kendaraan roda empat di pintu keluar Gerbang Tol Pasteur, Kota Bandung pada Sabtu, 23 Desember 2023.

INDONESIATREN.COM - Target kunjungan wisata ke Jawa Barat (Jabar) hingga akhir Desember 2023 belum mencapai target. Padahal, saat ini sudah memasuki masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024.

Berdasarkan catatan Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Jabar, kunjungan wisatawan ke Jabar baru mencapai 80 persen dari total target 218,7 juta pergerakan.

Kepala Disparbud Jabar, Benny Bachtiar mengatakan, belum tercapainya target pergerakan wisatawan ke Jabar karena banyak faktor.

Namun, faktor yang paling berpengaruh, yaitu berkaitan dengan urusan transportasi.

Baca juga: Pantauan Lalu Lintas Libur Nataru 2024: Kendaraan Luar Daerah Mulai Masuk ke Kota Bandung

"Sampai hari ini target kami masih di bawah, ditargetkan 218,7 juta pergerakan tapi baru bisa tercapai 80 persennya. Itu diakibatkan oleh banyak faktor terutama berkaitan dengan transportasi," kata Benny pada Sabtu, 23 Desember 2023.

Di beberapa kegiatan diskusi yang melibatkan berbagai pihak, Benny menyebut harga tiket transportasi mahal menjadi permasalahan utama menurunnya pergerakan wisatawan.

"Tidak terjadi pergerakan (wisatawan) yang signifikan khususnya di Jabar, karena harga tiket yang mahal. Itu yang menjadi pr besar kami juga ketika berbicara dengan kementerian," ujarnya.

Apabila harga tiket transportasi bisa diturunkan atau ditekan, Benny optimis sektor pariwisata di Jabar bahkan Indonesia semakin banyak di kunjungi oleh wisatawan.

Baca juga: Kunjungan Wisata Sempat Berkurang Karena Hoaks Tsunami, Disparbud Jabar Intens Koordinasi dengan BMKG

"Kalau itu (harga tiket) bisa ditekan tentunya akan memberikan dampak yang luar biasa di sektor pariwisata," ujarnya.(*)

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Trending Hari Ini

  1. Lowongan Kerja

Berita Terbaru

Lowongan Kerja

Ragam Kamis, 4-Jun-2026 18:59
Lowongan Kerja
Gugat PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Kesimpulan Kuasa Hukum Ahli Waris Labbai: “Alas Hak Tergugat CACAT HUKUM dan TIDAK MEMPUNYAI KEKUATAN HUKUM”
Buktikan sebagai Pemilik Lahan Jelang Sidang Kesimpulan, Ahli Waris Labbai Bersihkan Kawasan yang Diduduki PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar

Lowongan Kerja

Ragam Minggu, 31-May-2026 23:04
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Jumat, 29-May-2026 19:24
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Rabu, 27-May-2026 21:41
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Selasa, 26-May-2026 22:47
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Senin, 25-May-2026 21:14
Lowongan Kerja
259 Karung Material Hitam Disita Polda Gorontalo, 2 Terduga Pelaku PETI Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara dan Denda 100 M
5 Hari Jelang Idul Adha, Inilah Menu Lezat Daging Kambing dan Sapi yang Layak Disiapkan bagi Keluarga
Sukses Digelar di SCBD Park Jakarta, KiN Space Dipuji Wamen Kebudayaan RI: “Efektif Menanamkan Rasa Cinta Budaya Indonesia sejak Usia Dini”
Pernah Tugas di KPK, Jabat Irjen, dan Kini Wakil Rektor Perbanas Institute, Haryono Umar: “Kita Butuh Presiden yang Betul-Betul Cinta kepada Rakyatnya”
Sidang Kesimpulan Ditunda, Jubir Labbai Ungkap Putusan MA yang Mendasari Aksi atas Papan Bicara PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar
Terkait Sengketa dengan Pihak Lain, Papan Bicara PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar Coba Dirobohkan Ahli Waris Labbai
Jelang Sidang Kesimpulan, Ahli Waris Tanah Labbai Berharap Menang Gugatan Atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar
Membedah Surat-Surat Labbai dan H. Raiya Dg. Kanang di Tanah yang Kini Diduduki PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar

Lowongan Kerja

Ragam Sabtu, 16-May-2026 23:15
Lowongan Kerja
Agar Kuat Berjuang Melawan PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Jubir Labbai Ziarah ke Makam H. Raiya Dg. Kanang
Tanah 27 Hektar, NJOP 1.416.000, Diklaim PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Jubir Labbai: “Yang Kamu Lawan Siapa”
Jubir Labbai tentang Sengketa Tanah Lawan PT Bumi Karsa-Kalla Grup di Lantebung Makassar: “Allei Siri Nu”