Jarang Diketahui Ini Dampak Negatif Mengunyah Permen Karet Terhadap Kesehatan kata dr Saddam Ismail

Gres
Minggu, 24 Dec 2023 21:31
    Bagikan  
Jarang Diketahui Ini Dampak Negatif Mengunyah Permen Karet Terhadap Kesehatan kata dr Saddam Ismail
Tangkap layar YouTube/Saddam Ismail

Berikut dampak negatif mengunyah permen karet bagi kesehatan menurut dr Saddam Ismail.

INDONESIATREN.COM - Sebagian orang memiliki kebiasaan untuk membawa dan mengunyah permen karet disela-sela kegiatannya.

Perlu diketahui, perment karet dapat memberikan kesenangan ketika mengunyah dengan berbagai rasa yang tersedia.

Namun, rupanya mengunyah permen karet tampaknya memiliki dampak buruh pada kesehatan.

Dikutip dari kanal YouTube dr Saddam Ismail, ia menjelaskan dampak pertama yang akan dirasakan ketika sering mengunyah permen adalah kerusakan gigi.

Baca juga: Ini 7 Makanan yang Dapat Menyebabkan Timbulnya Jerawat Kata dr Saddam Ismail, Satu Diantaranya Cokelat

Permen karet biasanya mengandung pemanis buatan dan bahan kimia, bahkan permen karet bebas gula sekalipun terdapat pengawet didalamnya.

Kandungan tersebet dapat merusak lapisan gigi ketika dikunyah secara terus-menerus dan sering.

Sebuah penelitian dari Departemen Pertanian dan Gizi Amerika menyebutkan bahwa orang yang kerap mengunyah permen karet cenderung mengurangi mengonsumsi makanan yang bergizi dan malah meningkatkan konsumsi makanan cepat saji.

Rasa manis dan bahan kimia yang ada pada permen karet bisa merubah selera seseorang, bahkan bisa membuat makanan sehat seperti buah-buahan dan sayuran terasa pahit atau tidak enak.

Baca juga: dr Saddam Ismail Sebut dengan Mengonsumsi Bayam Setiap Hari Dapat Turunkan Gula Darah

Oleh karena itu, seseorang akan menjadi lebih tertarik mengonsumsi makanan cepat saji yang gurih dan nikmat.

Dampak selanjutnya yaitu dapat memicu gangguan pada sendi rahang.

Apabila seseorang sudah terbiasa mengunyah permen karet pada satu sisi mulut, seperti sebelah kanan terus akan menyebabkan ketidakseimbangan otot pada rahang.

Dampak lain yang dapat terjadi dari keseringan mengunyah permen karet adalah terjadinya masalah pencernaan. (*)

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Trending Hari Ini

  1. Lowongan Kerja

Berita Terbaru

Lowongan Kerja

Ragam Kamis, 4-Jun-2026 18:59
Lowongan Kerja
Gugat PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Kesimpulan Kuasa Hukum Ahli Waris Labbai: “Alas Hak Tergugat CACAT HUKUM dan TIDAK MEMPUNYAI KEKUATAN HUKUM”
Buktikan sebagai Pemilik Lahan Jelang Sidang Kesimpulan, Ahli Waris Labbai Bersihkan Kawasan yang Diduduki PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar

Lowongan Kerja

Ragam Minggu, 31-May-2026 23:04
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Jumat, 29-May-2026 19:24
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Rabu, 27-May-2026 21:41
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Selasa, 26-May-2026 22:47
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Senin, 25-May-2026 21:14
Lowongan Kerja
259 Karung Material Hitam Disita Polda Gorontalo, 2 Terduga Pelaku PETI Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara dan Denda 100 M
5 Hari Jelang Idul Adha, Inilah Menu Lezat Daging Kambing dan Sapi yang Layak Disiapkan bagi Keluarga
Sukses Digelar di SCBD Park Jakarta, KiN Space Dipuji Wamen Kebudayaan RI: “Efektif Menanamkan Rasa Cinta Budaya Indonesia sejak Usia Dini”
Pernah Tugas di KPK, Jabat Irjen, dan Kini Wakil Rektor Perbanas Institute, Haryono Umar: “Kita Butuh Presiden yang Betul-Betul Cinta kepada Rakyatnya”
Sidang Kesimpulan Ditunda, Jubir Labbai Ungkap Putusan MA yang Mendasari Aksi atas Papan Bicara PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar
Terkait Sengketa dengan Pihak Lain, Papan Bicara PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar Coba Dirobohkan Ahli Waris Labbai
Jelang Sidang Kesimpulan, Ahli Waris Tanah Labbai Berharap Menang Gugatan Atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar
Membedah Surat-Surat Labbai dan H. Raiya Dg. Kanang di Tanah yang Kini Diduduki PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar

Lowongan Kerja

Ragam Sabtu, 16-May-2026 23:15
Lowongan Kerja
Agar Kuat Berjuang Melawan PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Jubir Labbai Ziarah ke Makam H. Raiya Dg. Kanang
Tanah 27 Hektar, NJOP 1.416.000, Diklaim PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Jubir Labbai: “Yang Kamu Lawan Siapa”
Jubir Labbai tentang Sengketa Tanah Lawan PT Bumi Karsa-Kalla Grup di Lantebung Makassar: “Allei Siri Nu”