Ini Makanan Sehat Ternyata Bikin Merusak Ginjal Menurut dr Saddam Ismail, Apa aja itu?

Gres
Senin, 4 Mar 2024 08:37
    Bagikan  
 Ini Makanan Sehat Ternyata Bikin Merusak Ginjal Menurut dr Saddam Ismail, Apa aja itu?
Tangkap layar YouTube Saddam Ismail

Ini Makanan Sehat Ternyaa Bikin Merusak Ginjal Menurut dr Saddam Ismail, Apa aja itu?

INDONESIATREN.COMDalam video yang diunggah oleh dr Saddam Ismail dikanal YouTube resminya, ia menjelaskan tentang lima makanan sehat yang sebenarnya dapat merusak ginjal.

Meskipun makanan-makanan tersebut umumnya dianggap sehat, namun ternyata konsumsi berlebihan dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan ginjal seseorang .

Di awal pembahasannya, dr Saddam Ismail membahas tentang buaha-buahan yang banyak di konsumsi di Indonesia satu diantaranya yakni pisang. Meskipun pisang kaya akan nutrisi dan sering dianggap sebagai makanan sehat, namun pisang juga mengandung tinggi kalium.

Namun, Konsumsi pisang dalam jumlah yang berlebihan dapat meningkatkan kadar kalium dalam tubuh, yang dapat merusak fungsi ginjal.

Baca juga: Gampang, Ini Cara Mengatasi Perut Buncit di Rumah Menurut dr Saddam Ismail: Tidak Boleh Asal-Asalan!

Kemudian, ia juga membahas tentang alpukat. Alpukat mengandung lemak sehat dan antioksidan yang baik untuk kesehatan jantung, kandungan kaliumnya yang tinggi dapat berdampak buruk bagi orang yang memiliki masalah ginjal. 

Oleh karena itu, mengkonsumsi alpukat memang baik namun sangat disarankan untuk membatasi jumlah buah alpukat dalam jumlah yang terbatas.

Roti gandum juga menjadi perhatian dr Saddam Ismail. Roti gandum dianggap sebagai alternatif yang lebih sehat daripada roti putih. Namun, di Indonesia sendiri masih banyak yang menyukai roti putih dibandingkan dengan gandum.

Roti gandum mengandung tinggi kalium dan fosfor. Konsumsi yang terlalu banyak dapat meningkatkan risiko masalah ginjal, sehingga lebih baik membatasi konsumsi roti gandum bagi orang dengan gangguan ginjal.

Baca juga: Sering Disepelekan, Ini Penyebab Rambut Rontok Menurut dr Saddam Ismail: Jangan Dibiarkan!

"nasi merah ya sebaiknya kamu hindari kalau seandainya memang punya masalah ginjal, lebih baik nasi putih. Apa Alasannya Dok? Ya karena nasi merah ini mengandung fosfor dan kalium yang tinggi ya dibandingkan dengan nasi putih," kata Saddam Ismail.

Selain itu, nasi merah juga menjadi perhatian dalam video tersebut. Meskipun nasi merah memiliki indeks glikemik yang lebih rendah daripada nasi putih dan bermanfaat bagi penderita diabetes, namun kandungan kalium dan fosfor yang tinggi membuatnya tidak disarankan bagi mereka yang memiliki masalah ginjal.

Terakhir, jeruk juga dibahas sebagai makanan yang sehat namun dapat merusak ginjal. Meskipun kaya akan vitamin C dan sehat untuk sistem kekebalan tubuh, namun jeruk juga mengandung tinggi kalium. Konsumsi jeruk dalam jumlah berlebihan dapat meningkatkan risiko masalah ginjal.

Baca juga: Penting Dirawat! Simak Sederet Cara Menjaga Kesehatan Kuku Menurut dr Saddam Ismail

"Kenapa nggak boleh dok makan makanan yang tinggi kalium? nah, pada ginjal yang sudah kurang berfungsi dengan baik, ya kadar Kalium di dalam darah itu biasanya tinggi. Nah, ini mempengaruhinya detak jantung makanya nggak boleh konsumsi kalium berlebihan," ungkap dr Saddam Ismail.

dr Saddam Ismail menekankan pentingnya untuk membatasi konsumsi makanan-makanan tersebut bagi mereka yang memiliki masalah ginjal. Disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk menyesuaikan pola makan dan memastikan bahwa asupan nutrisi tetap seimbang dan aman bagi kesehatan ginjal.

Penting untuk diingat bahwa meskipun makanan-makanan tersebut dapat memberikan manfaat bagi kesehatan secara umum, namun mereka juga memiliki potensi untuk merusak ginjal jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan.

Oleh karena itu, penting untuk mengatur pola makan dan memperhatikan jumlah konsumsi makanan tertentu, terutama bagi mereka yang memiliki masalah kesehatan tertentu seperti masalah ginjal.(*)



Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Sidang 25 Kali hingga Putusan di PN Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai: “PT Bumi Karsa Mendalilkan Membeli Lokasi Itu pada 1980 dari Orang Sudah Meninggal pada 1979”
Hadir sebagai Narasumber di Temu Jurnalis Provinsi Gorontalo 2026, Dirreskrimsus Polda Gorontalo: “Masyarakat Perlu Memahami Pentingnya Menghormati Hak Cipta”
Putusan Gugatan Ahli Waris Labbai Dibacakan di PN Makassar 23 Juni 2026, Jubir: "PT Bumi Karsa Secara Tidak Langsung Sudah Mengakui Lokasi Bukan Miliknya"
Dukung Penanganan Perkara Tindak Pidana Korupsi, KPK dan Kortas Tipidkor Polri Kunjungi dan Gelar RDP di Polda Gorontalo
Resmi Jawab Somasi Melalui Kuasa Hukum, Ahli Waris Labbai akan Bongkar dan Kembalikan Papan Bicara PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar

Lowongan Kerja

Ragam Rabu, 10-Jun-2026 19:58
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Selasa, 9-Jun-2026 18:49
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Senin, 8-Jun-2026 21:28
Lowongan Kerja
Tanah Diduduki dan Disomasi PT Bumi Karsa-Kalla Grup, Jubir Ahli Waris Labbai: “Kita Santai Saja, Tunggu Putusan Pengadilan Negeri Makassar”
Disomasi PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar karena Timbun dan Bersih-Bersih Tanah Milik Sendiri, Jubir Ahli Waris Labbai: “Salah Alamat”
Tumbuhkan Asa pada Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus Indonesia 2026 di Hall Dewan Pers Jakarta

Lowongan Kerja

Ragam Kamis, 4-Jun-2026 18:59
Lowongan Kerja
Gugat PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Kesimpulan Kuasa Hukum Ahli Waris Labbai: “Alas Hak Tergugat CACAT HUKUM dan TIDAK MEMPUNYAI KEKUATAN HUKUM”
Buktikan sebagai Pemilik Lahan Jelang Sidang Kesimpulan, Ahli Waris Labbai Bersihkan Kawasan yang Diduduki PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar

Lowongan Kerja

Ragam Minggu, 31-May-2026 23:04
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Jumat, 29-May-2026 19:24
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Rabu, 27-May-2026 21:41
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Selasa, 26-May-2026 22:47
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Senin, 25-May-2026 21:14
Lowongan Kerja
259 Karung Material Hitam Disita Polda Gorontalo, 2 Terduga Pelaku PETI Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara dan Denda 100 M