INDONESIATREN.COM - Gunung Marapi yang terletak di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar), mengalami erupsi pada Minggu, 3 Desember 2023.
Erupsi Gunung Marapi memicu asap dan material vulkanik sempat membuat beberapa warga terlihat panik.
Bahkan, erupsi Gunung Marapi mengakibatkan 11 pendaki meninggal dunia, dan beberapa di antaranya masih dalam pencarian tim.
Di balik kejadian itu, ada sejumlah fakta mengenai terjadinya erupsi Gunung Marapi pada Minggu, 3 Desember 2023 tersebut.
1. Gunung Paling Aktif
Gunung Marapi diketahui sebagai gunung paling aktif di Pulau Sumatera. Dilansir Indonesia Tren dari situs resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, gunung ini sudah aktif pada awal 2023.
Erupsi eksplosif Gunung Marapi sudah berlangsung sejak 7 Januari 2023 sampai dengan 20 Februari 2023 dengan tinggi kolom erupsi berkisar antara 75 - 1000 meter dari puncak.
2. Korban Jiwa
Dikutip dari website BNPB pada Senin, 4 Desember 2023, sebanyak 47 pendaki terdampak erupsi Gunung Marapi.
19 Pendaki sudah berhasil diselamatkan oleh tim gabungan, sedangkan ada 28 pendaki masih dalam proses pencarian.
3. Muntahkan Material
Meletusnya gunung api berketinggian 2.891 mdpl ini ditandai dengan adanya muntahan kolom abu berisi material vulkanik hingga 3.000 meter dari puncak kawah yang disertai suara gemuruh.
Kolom abunya membumbung tinggi ke atas
perekaman seismogram Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi Gunung Marapi terekam dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi 4 menit 41 detik
Baca juga: Viral! Seorang Pendaki asal Padang Terjebak Erupsi Gunung Marapi, Kirim Video ke Orang Tuanya
4. Terdampak Dua Wilayah
Saat terjadinya meletus Gunung Marapi, kolom abu terlihat membumbung sangat tinggi dari puncak gunung. Menyebabkan dua wilayah dekat puncak gunung yakni Kecamatan Sungai Pua dan Kecamatan Canduang.
Kecamatan Canduang sempat hujan abu vulkanik dengan intensitas tinggi hingga membuat sangat pekat dan gelap.
Sedangkan, untuk Kecamatan Sungai Pua sempat mengalami hujan vulkanik dengan intensitas rendah dengan durasi yang tidak terlalu lama.
Baca juga: Kabar Seorang Pendaki Gunung Marapi Meninggal Dunia, BPBD Kabupaten Agam: Masih Simpang Siur
5. Status level II atau Waspada
Dikutip dari website BNPB, tingginya tingkat erupsi bersifat eksplosif y yang sudah berlangsung sejak awal tahun 2023 menjadinya gunung appi ini berada di status level II (level waspada).
Dengan adanya peningkatan aktivitas hingga level II seperti yang terjadi beberapa waktu lalu, pemerintah mengambil tindakan untuk agar masyarakat maupun wisatawan di sekitar Gunung Marapi tidak diperbolehkan melakukan kegiatan pada radius 3 km dari kawah.(*)