Badai Matahari Akhir 2023, Ini Dampak untuk Wilayah Indonesia

Nusantara
Minggu, 17 Dec 2023 11:40
    Bagikan  
Badai Matahari Akhir 2023, Ini Dampak untuk Wilayah Indonesia
NASA

Ilustrasi fenomena Badai Matahari

INDONESIATREN.COMPrediksi terjadinya Badai Matahari akan terjadi pada akhir 2023 dan disebut sebagai fenomena terkuat sejak 2017 silam.

Peristiwa Badai Matahari ini harus dipahami oleh masyarakat Indonesia. Fenomena ini diprediksi akan terjadi pada awal 2025.

Dilansir dari SVS NASA, mengumumkan bahwa fenomena Badai Matahari ini akhirnya maju pada akhir 2023 ini.

Fenomena ini tentunya memiliki dampak yang berbahaya bagi Bumi meskipun akan menghadirkan fenomena langit yang indah yakni aurora.

Baca juga: Prabowo Tak Mau Jadi Politisi Omdo yang Tak Bisa Tepati Janji: Saya Taruh Hitam di Atas Putih

Meningkatnya aktivitas matahari menimbulkan berbagai risiko bagi satelit, pesawat ruang angkasa dan bahkan astronot yang berjalan di luar angkasa karena paparan tinggi radiasi.

Tak hanya pada aktivitas luar angkasa, Badai Matahari juga menimbulkan risiko bagi Bumi karena akan memicu geomagnetik besar sehingga mengganggu komunikasi frekuensi yang tinggi.

Badai Matahari terjadi ketika letusan magnet berskala besar yang menyebabkan partikel-partikel dipandu ke garis medan magnet dan menembus atmosfer dekat kutub utara dan selatan magnetosfer.

Lalu apa dampaknya untuk Bumi khususnya masyarakat Indonesia? Atmosfer Bumi yang mencegah radiasi berbahaya dari Matahari. Namun, radiasi itu akan mempengaruhi aktivitas di bumi.

Baca juga: Menkes Budi Gunardi Ungkap Ada 4 Strategi untuk Hadapi Pandemi Covid-19, Apa Saja?

Perubahan ionosfer selama badai geomagnetik mengganggu komunikasi radio frekuensi tinggi dan navigasi Global Positioning System (GPS) dan pemadaman listrik besar-besaran.

Pihak Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengatakan untuk masyarakat tidak perlu khawatir akan dampak yang didapatkan Indonesia dari Badai Matahari tidak akan mengalami risiko tinggi karena letak Indonesia berada di khatulistiwa.

Sederhananya, beberapa dekade telah terjadi Badai Matahari bahkan yang paling parah memiliki efek atau dampak yang relatif tenang.

Meski kemungkinan ada pemadaman listrik meluas dan mengkhawatirkan namun tidak mungkin terjadi, cuaca luar angkasa cenderung tidak mempengaruhi perangkat elektronik sehari-hari.

Baca juga: Kaesang Akui Mahfud MD dan Cak Imin Lawan Berat di Debat Cawapres: Bukan Berarti Mas Gibran Tak Bisa Atasi Ini

Fenomena lebih mungkin terjadi di wilayah yang lebih tinggi karena atmosfer lebih tipis memberikan lebih sedikit perlindungan terhadap partikel yang masuk. (*)

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Gandeng PT CMNP, Kadister Koarmada TNI AL Tinjau Lokasi Perencanaan Pembangunan Jembatan Leuwidinding Jampangtengah-Gunungguruh Kabupaten Sukabumi
Tutup MPLS dengan Aksi Peduli Lingkungan, SMAN 1 Cibadak Sukabumi Tanam 500 Bibit Pohon dan Cat Jembatan Bersama Lintas Sekolah, Forkopimcam, Tokoh Masyarakat, KNPI, serta Karang Taruna
Berkat Komsos Persuasif dan Humanis, Pos Kout Satgas Pamtas Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad Terima Penyerahan Senjata Api Rakitan secara Sukarela dari Tokoh Adat Desa Bekuan Kalbar
Peduli Generasi Muda Perbatasan, Personel Pos Kout Satgas Pamtas Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad Jadi Gadik Materi Wasbang dan Pramuka bagi Pelajar SMPN 1 Ketungau Hulu Sintang Kalbar
Wujudkan Toleransi Antar-Umat Beragama, Satgas Pamtas Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad dan Warga Kerja Bakti Bersihkan Gereja di Desa Riam Sejawak Kalbar
Sidang Putusan Gugatan Ahli Waris Labbai atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Ditunda Hingga 3 Kali di PN Makassar, Politisi Haris Baginda: “Hakul Yakin, Ahli Waris Pasti akan Menang”
Peduli Kesehatan Warga Perbatasan, Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad Gelar Pengobatan Gratis dari Rumah ke Rumah Warga Desa Badau Kapuas Hulu Kalbar

Lowongan Kerja

Ragam Rabu, 15-Jul-2026 18:51
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Selasa, 14-Jul-2026 18:03
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Minggu, 12-Jul-2026 21:03
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Sabtu, 11-Jul-2026 20:31
Lowongan Kerja
Menerima Sertifikat IP PMR Pangan Olahan, Pabrik PT Amerta Indah Otsuka di Pasuruan Jatim Dikunjungi Kepala BPOM RI
Rayakan HUT Ke-64, Satgas Pamtas Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad Gelar Olahraga Bersama dan Syukuran di Pos Kotis Badau Kapuas Hulu Kalbar
HUT Ke-64, Satgas Pamtas RI-MLY Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad Gandeng Puskesmas Badau Gelar Baksos Khitanan Massal dan Pengobatan Gratis bagi Warga Desa Pulau Majang Kalbar

Lowongan Kerja

Ragam Selasa, 7-Jul-2026 23:42
Lowongan Kerja
7 dan 5 Hari Jelang Sidang Putusan di PN Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai Kembali Rekam Video: “Jangan Terkesan PT Bumi Karsa Orang Besar, Bisa Semena-mena Mengambil Haknya Keluarga Ahli Waris Labbai”
Rayakan Orange’s Day 27th, Mahasiswa FIKOM Universitas Esa Unggul dan Komunitas Gumul Juang Sukses Gelar Program PKM di Jatinegara Jakarta Timur
Setelah Atraksi dengan Barang Bekas Viral di Medsos, SDN Tegalega Jampangtengah Sukabumi Dapat Peralatan Marching Band Baru dari Presiden Prabowo Subianto
11 Hari Jelang Putusan Hakim PN Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai Buat Video Kronologi Sengketa: “PT Bumi Karsa-Kalla Grup Tidak Pernah Membeli Lokasi Ahli Waris Labbai bin Sonde”
“The Friendship Linedance Gathering” Bersama Jun & Friends di Revo Mall Kota Bekasi: Dimeriahkan Mama-Mama Very Cute, Pererat Silaturahmi Sesama Pedansa