Jokowi-Megawati, Perang atau Perang-Perangan?

Sabtu, 25 Nov 2023 19:24
    Bagikan  
Jokowi-Megawati, Perang atau Perang-Perangan?
Tangkapan Layar

Presiden Jokowi dan Ketum Megawati Soekarnoputri.

Oleh Tatang Suherman
Pemred Indonesia Tren & Pengurus PWI Pusat

Dalam dunia sepak bola, ada sebutan sepakbola gajah (war elephant-gajah perang). Sebutan itu mulai muncul tatkala Indonesia bertemu Thailand pada laga terakhir fase grup Piala AFF 1998.

Kedua tim tidak bermain secara fair play. Keduanya yang awalnya sama-sama sesumbar akan saling bungkam itu justru mempertontonkan permainan yang membosankan. Praktik curang ini dilakukan karena keduanya takut menghadapi Vietnam pada laga berikutnya.

Di Indonesia, sepakbola gajah juga pernah dipertontonkan ketika Persebaya Surabaya menjamu Persipura Jayapura di Stadion Gelora 10 November, 21 Februari 1988. Persebaya yang memiliki sejumlah pemain berkaliber bintang ini sengaja mengalah kepada Persipura. Tujuanya, hanya ingin menghentikan laju PSIS Semarang dalam laga sepak bola perserikatan waktu itu.

Baca juga: Viral! Guru SMP di NTT Tidak Dapat Gaji 10 Tahun, Kini Tinggal di Perpustakaan Sekolah

Sementara di dunia politik, pertandingan jelang pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2024 sudah terlihat secara kasat mata. Perseteruan antara Jokowi dengan PDIP menurut sejumlah pengamat adalah 'perang-perangan'.

Mirip seperti sepakbola gajah, Jokowi-Megawati yang sebagian pengamat menyebut sedang tegang, justru sejumlah pengamat lain menyebutkan keduanya sedang memainkan sepak bola gajah.

Untuk meyakinkan bahwa hubungan Jokowi dengan Megawati baik-baik saja, simak saja keterangan Sekretaris Kabinet Pramono Anung yang menyebut bahwa hubungan Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tetap berjalan lancar.

Berkali-kali Pramono Anung mengatakan bahwa hubungan antara Megawati dengan Jokowi cerah dan ceria. Ungkapan sejumlah petinggi PDIP yang meminta agar Gibran dan Jokowi mengembalikan KTA PDIP, pelan-pelan meredup. Faktanya, baik Gibran maupun Jokowi, masih memegang KTA PDIP. Megawati pun lebih banyak diam, meski sempat mengkritik soal etika dan konstitusi.

Baca juga: Polda Metro Jaya Siap Hadapi Gugatan Praperadilan yang Diajukan oleh Firli Bahuri ke PN Jakarta Selatan

Bisa jadi Mega sudah memaklumi tingkah laku Jokowi yang sedang melakukan strategi sekali mendayung dua tiga pulau terlampui. Dengan mengabaikan kritikan masyarakat, Jokowi mendorong Gibran untuk berpasangan dengan Prabowo. Jokowi pasrah namanya hancur, karena pertimbangannya karirnya sudah tamat. Tidak lama lagi dia akan meletakan jabatannya sebagai presiden.

Dalam perebutan kursi presiden dan wakil presiden pada Februari 2024 nanti, Jokowi setidaknya memiliki harapan besar. Yang pertama, Prabowo maupun Ganjar adalah calon yang jauh sebelumnya diusulkan Jokowi. Jadi siapa pun pemenangnya, menurut perhitungan Jokowi, akan tetap hormat pada dirinya. Yang kedua, tujuan mengganjal Anies akan terlaksana.

Namun, apakah Anies-Muhaimin akan terganjal dalam pemilihan nanti?

Apakah pasangan Amien habis di putaran pertama sehingga yang melenggang ke putaran kedua hanya Prabowo-Gibran melawan Ganjar-Mahpud MD? Wallahu A’lam Bishawab.(*)

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Gandeng PT CMNP, Kadister Koarmada TNI AL Tinjau Lokasi Perencanaan Pembangunan Jembatan Leuwidinding Jampangtengah-Gunungguruh Kabupaten Sukabumi
Tutup MPLS dengan Aksi Peduli Lingkungan, SMAN 1 Cibadak Sukabumi Tanam 500 Bibit Pohon dan Cat Jembatan Bersama Lintas Sekolah, Forkopimcam, Tokoh Masyarakat, KNPI, serta Karang Taruna
Berkat Komsos Persuasif dan Humanis, Pos Kout Satgas Pamtas Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad Terima Penyerahan Senjata Api Rakitan secara Sukarela dari Tokoh Adat Desa Bekuan Kalbar
Peduli Generasi Muda Perbatasan, Personel Pos Kout Satgas Pamtas Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad Jadi Gadik Materi Wasbang dan Pramuka bagi Pelajar SMPN 1 Ketungau Hulu Sintang Kalbar
Wujudkan Toleransi Antar-Umat Beragama, Satgas Pamtas Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad dan Warga Kerja Bakti Bersihkan Gereja di Desa Riam Sejawak Kalbar
Sidang Putusan Gugatan Ahli Waris Labbai atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Ditunda Hingga 3 Kali di PN Makassar, Politisi Haris Baginda: “Hakul Yakin, Ahli Waris Pasti akan Menang”
Peduli Kesehatan Warga Perbatasan, Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad Gelar Pengobatan Gratis dari Rumah ke Rumah Warga Desa Badau Kapuas Hulu Kalbar

Lowongan Kerja

Ragam Rabu, 15-Jul-2026 18:51
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Selasa, 14-Jul-2026 18:03
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Minggu, 12-Jul-2026 21:03
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Sabtu, 11-Jul-2026 20:31
Lowongan Kerja
Menerima Sertifikat IP PMR Pangan Olahan, Pabrik PT Amerta Indah Otsuka di Pasuruan Jatim Dikunjungi Kepala BPOM RI
Rayakan HUT Ke-64, Satgas Pamtas Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad Gelar Olahraga Bersama dan Syukuran di Pos Kotis Badau Kapuas Hulu Kalbar
HUT Ke-64, Satgas Pamtas RI-MLY Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad Gandeng Puskesmas Badau Gelar Baksos Khitanan Massal dan Pengobatan Gratis bagi Warga Desa Pulau Majang Kalbar

Lowongan Kerja

Ragam Selasa, 7-Jul-2026 23:42
Lowongan Kerja
7 dan 5 Hari Jelang Sidang Putusan di PN Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai Kembali Rekam Video: “Jangan Terkesan PT Bumi Karsa Orang Besar, Bisa Semena-mena Mengambil Haknya Keluarga Ahli Waris Labbai”
Rayakan Orange’s Day 27th, Mahasiswa FIKOM Universitas Esa Unggul dan Komunitas Gumul Juang Sukses Gelar Program PKM di Jatinegara Jakarta Timur
Setelah Atraksi dengan Barang Bekas Viral di Medsos, SDN Tegalega Jampangtengah Sukabumi Dapat Peralatan Marching Band Baru dari Presiden Prabowo Subianto
11 Hari Jelang Putusan Hakim PN Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai Buat Video Kronologi Sengketa: “PT Bumi Karsa-Kalla Grup Tidak Pernah Membeli Lokasi Ahli Waris Labbai bin Sonde”
“The Friendship Linedance Gathering” Bersama Jun & Friends di Revo Mall Kota Bekasi: Dimeriahkan Mama-Mama Very Cute, Pererat Silaturahmi Sesama Pedansa