TPD Ganjar Pranowo-Mahfud MD Jabar Laporkan Dugaan Pelanggaran oleh Anggota Satpol PP Garut

Teritori
Kamis, 4 Jan 2024 15:39
    Bagikan  
TPD Ganjar Pranowo-Mahfud MD Jabar Laporkan Dugaan Pelanggaran oleh Anggota Satpol PP Garut
satpolpp.bandung.go.id

Ilustrasi Satpol PP.

INDONESIATREN.COM - Tim Pemenangan Daerah (TPD) pemenangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD Jawa Barat (Jabar) sepakat melaporkan kasus dugaan pelanggaran oleh anggota Satpol PP Kabupaten Garut ke Bawaslu Jabar.

Sebelumnya, video yang menampilkan sejumlah anggota Satpol PP Kabupaten Garut mendukung Cawapres nomor urut dua, Gibran Rakabuming Raka. Video dukungan berdurasi 19 detik itu beredar di aplikasi perpesanan.

Dalam video itu, terlihat 13 anggota Satpol PP yang mengenakan seragam dinas secara tegas mendukung Gibran Rakabuming untuk menjadi pemimpin muda.

Ketua TPD Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Ono Surono mengatakan, pihaknya telah membuat laporan ke Bawaslu Jabar terkait dugaan pelanggaran tersebut.

Baca juga: Sering Tidak Disadari, Ini Kebiasaan Buruk yang Bisa Bikin Rambut jadi Rontok Kata dr Saddam Ismail, Catat!

Sebab, TPD Ganjar Pranowo-Mahfud MD menduga ada peraturan perundangan yang dilanggar anggota Satpol PP Kabupaten Garut.

"Patut diduga ada peraturan perundangan yang dilanggar. Sehingga, TPD Ganjar Mahfud Jawa Barat dan TPC Ganjar Mahfud Garut telah melaporkan hal tersebut ke Bawaslu Jabar dan Garut untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku," kata Ono melalui pesan singkat pada Kamis, 4 Januari 2024.

Dengan pelaporan tersebut, Ono berharap penyelenggaraan Pemilu 2024 ini berjalan dengan jujur, adil, dan bermartabat. Kemudian, Bawaslu juga harus bersikap tegas dalam menindaklanjuti dugaan-dugaan pelanggaran.

"Kita berharap bagaimana pemilu yang jujur adil bermartabat itu harus dijalankan, paling tidak bawaslu sebagai wasit bisa menindak hal yang melanggar ketentuan," ujarnya.

Baca juga: Bey Machmudin Minta Pemerintah Kabupaten dan Kota Jabar Periksa Struktur Bangunan di Lokasi Rawan Bencana

Sebelumnya, Kepala Satpol PP Jawa Barat (Jabar), Mochamad Ade Afriandi mengatakan, berdasarkan laporan dari Kepala Satpol PP, Basuki Eko, video viral ini dibuat anggota FKBPPPN, Cecep Setiawan yang berstatus Tenaga Kerja Kontrak (TKK), sukarelawan (Sukwan) atau Non ASN.

"Seluruh anggota yang ada dalam video berstatus Non ASN," ujar Ade melalui pesan singkatnya pada Rabu, 3 Januari 2023.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kata Ade, Cecep berinisiatif mengajak rekan satu regunya yg sedang bertugas di Pospam Pengkolan untuk membuat video tersebut. Video tersebut dibuat atas nama FKBPPPN DPD Kabupaten Garut

"Video dibuat sebelum nama yang dia (Cecep) dukung resmi jadi salah satu Cawapres," kata dia.

Baca juga: Penting, Ini Makanan Tidak Terduga yang Bisa Menyebabkan Batu Empedu Menurut dr Saddam Ismail, Apa Saja?

Ade menerangkan, dari keterangan anggota regu yang ada dalam video itu, mereka mengikuti secara spontan dan tanpa ada perintah atau arahan dari atasan maupun dari organisasi FKBPPPN.

"Berdasarkan pengakuan Cecep, pembuatan video atas inisiatifnya sendiri untuk eksistensi. Hal itu diperkuat atas hasil pemeriksaan Ketua FKBPPPN Garut yang tidak tahun dan tidak ikut dalam pembuatan video," tuturnya.

Lebih lanjut, Ade menambahkan, hasil keputusan sidang kode etik Satpol PP Kabupaten Garut, seluruh anggota yang terlibat dalam pembuatan video dikenakan sanksi skorsing dari tugas tanpa gaji.

"Cecep dijatuhi skorsing selama tiga bulan tanpa gaji. Anggota lainnya dijatuhi sanksi skorsing selama satu bulan tanpa gaji. Jika dalam masa skorsing para pelaku berbuat hal yang sama, akan dilakukan pemutusan kontrak kerja," kata dia menambahkan.(*)

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Trending Hari Ini

  1. Lowongan Kerja

Berita Terbaru

Lowongan Kerja

Ragam Kamis, 4-Jun-2026 18:59
Lowongan Kerja
Gugat PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Kesimpulan Kuasa Hukum Ahli Waris Labbai: “Alas Hak Tergugat CACAT HUKUM dan TIDAK MEMPUNYAI KEKUATAN HUKUM”
Buktikan sebagai Pemilik Lahan Jelang Sidang Kesimpulan, Ahli Waris Labbai Bersihkan Kawasan yang Diduduki PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar

Lowongan Kerja

Ragam Minggu, 31-May-2026 23:04
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Jumat, 29-May-2026 19:24
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Rabu, 27-May-2026 21:41
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Selasa, 26-May-2026 22:47
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Senin, 25-May-2026 21:14
Lowongan Kerja
259 Karung Material Hitam Disita Polda Gorontalo, 2 Terduga Pelaku PETI Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara dan Denda 100 M
5 Hari Jelang Idul Adha, Inilah Menu Lezat Daging Kambing dan Sapi yang Layak Disiapkan bagi Keluarga
Sukses Digelar di SCBD Park Jakarta, KiN Space Dipuji Wamen Kebudayaan RI: “Efektif Menanamkan Rasa Cinta Budaya Indonesia sejak Usia Dini”
Pernah Tugas di KPK, Jabat Irjen, dan Kini Wakil Rektor Perbanas Institute, Haryono Umar: “Kita Butuh Presiden yang Betul-Betul Cinta kepada Rakyatnya”
Sidang Kesimpulan Ditunda, Jubir Labbai Ungkap Putusan MA yang Mendasari Aksi atas Papan Bicara PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar
Terkait Sengketa dengan Pihak Lain, Papan Bicara PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar Coba Dirobohkan Ahli Waris Labbai
Jelang Sidang Kesimpulan, Ahli Waris Tanah Labbai Berharap Menang Gugatan Atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar
Membedah Surat-Surat Labbai dan H. Raiya Dg. Kanang di Tanah yang Kini Diduduki PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar

Lowongan Kerja

Ragam Sabtu, 16-May-2026 23:15
Lowongan Kerja
Agar Kuat Berjuang Melawan PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Jubir Labbai Ziarah ke Makam H. Raiya Dg. Kanang
Tanah 27 Hektar, NJOP 1.416.000, Diklaim PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Jubir Labbai: “Yang Kamu Lawan Siapa”
Jubir Labbai tentang Sengketa Tanah Lawan PT Bumi Karsa-Kalla Grup di Lantebung Makassar: “Allei Siri Nu”