OJK Kantungi Belasan Ribu Pengaduan Soal Debt Collector

Selasa, 26 Dec 2023 16:50
    Bagikan  
OJK Kantungi Belasan Ribu Pengaduan Soal Debt Collector
Youtube

Otoritas Jasa Keuangan Terima ribuan pengaduan soal pinjol dan debt collector.

INDONESIATREN.COM - Seiring dengan perkembangan teknologi digital, industri jasa keuangan (IJK) pun turut berinovasi. Buktinya,  muncul sistem Keuangan digital bernama Financial Technology (Fintech) Peer to Peer (P2P) Lending alias Pinjaman Online (pinjol).

Memang, pada satu sisi, pinjol lebih memudahkan dan mempercepat masyarakat  memperoleh akses pembiayaan.

Walau demikian, bukan berarti masyarakat tidak mengeluhkan aktivitas pinjol. Adanya keluhan pinjol itu mengacu pada banyaknya pengaduan pinjol yang diterima Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Data OJK menunjukkan, pada akhir September 2023, ribuan pengaduan pinjol diterima lembaga pengawas IJK itu. Tepatnya, sebanyak 1.633 pengaduan.

Baca juga: Gara-gara Modalnya Cekak, Puluhan Pinjol Gulung Tikar, Izinnya Dicabut OJK

Total pengaduan tentamg IJK yang diterima OJK pada September tahun ini yaitu 6.477 pengaduan.

Berdasarkan data itu, pengaduan perbankan menjadi yang terbanyak. Jumlahnya 3.056 pengaduan.

Terbanyak selanjutnya adalah berkenaan dengan Multi Finance. Jumlahnya sebanyak 1.261 pengaduan.

Berikutnya sebanyak 403 pengaduan tentang industri asuransi. Ada juga sebanyak 88 pengaduan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) lainnya.

Baca juga: Jurus OJK Bikin Para Pejudi Online Kapok: Blokir Rekeningnya

Permasalahan yang paling banyak diadukan masyarakat kepada OJK yaitu sikap dan perilaku Debt Collector atau petugas penagihan. Pada September 2023,  OJK menerima 12.620 pengaduan tentang Debt Collector..

Bagaimana dengan  pengaduan lainnya, seperti penipuan?

OJK menginformasikan, pada September 2023, sebanyak 783 pengaduan berupa dugaan penipuan.

Jumlah itu termasuk pelaporan dan pengaduan soal pembobolan rekening, skimming, phising, dan lainnya, (*)

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Trending Hari Ini

  1. Lowongan Kerja

Berita Terbaru

Lowongan Kerja

Ragam Kamis, 4-Jun-2026 18:59
Lowongan Kerja
Gugat PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Kesimpulan Kuasa Hukum Ahli Waris Labbai: “Alas Hak Tergugat CACAT HUKUM dan TIDAK MEMPUNYAI KEKUATAN HUKUM”
Buktikan sebagai Pemilik Lahan Jelang Sidang Kesimpulan, Ahli Waris Labbai Bersihkan Kawasan yang Diduduki PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar

Lowongan Kerja

Ragam Minggu, 31-May-2026 23:04
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Jumat, 29-May-2026 19:24
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Rabu, 27-May-2026 21:41
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Selasa, 26-May-2026 22:47
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Senin, 25-May-2026 21:14
Lowongan Kerja
259 Karung Material Hitam Disita Polda Gorontalo, 2 Terduga Pelaku PETI Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara dan Denda 100 M
5 Hari Jelang Idul Adha, Inilah Menu Lezat Daging Kambing dan Sapi yang Layak Disiapkan bagi Keluarga
Sukses Digelar di SCBD Park Jakarta, KiN Space Dipuji Wamen Kebudayaan RI: “Efektif Menanamkan Rasa Cinta Budaya Indonesia sejak Usia Dini”
Pernah Tugas di KPK, Jabat Irjen, dan Kini Wakil Rektor Perbanas Institute, Haryono Umar: “Kita Butuh Presiden yang Betul-Betul Cinta kepada Rakyatnya”
Sidang Kesimpulan Ditunda, Jubir Labbai Ungkap Putusan MA yang Mendasari Aksi atas Papan Bicara PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar
Terkait Sengketa dengan Pihak Lain, Papan Bicara PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar Coba Dirobohkan Ahli Waris Labbai
Jelang Sidang Kesimpulan, Ahli Waris Tanah Labbai Berharap Menang Gugatan Atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar
Membedah Surat-Surat Labbai dan H. Raiya Dg. Kanang di Tanah yang Kini Diduduki PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar

Lowongan Kerja

Ragam Sabtu, 16-May-2026 23:15
Lowongan Kerja
Agar Kuat Berjuang Melawan PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Jubir Labbai Ziarah ke Makam H. Raiya Dg. Kanang
Tanah 27 Hektar, NJOP 1.416.000, Diklaim PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Jubir Labbai: “Yang Kamu Lawan Siapa”
Jubir Labbai tentang Sengketa Tanah Lawan PT Bumi Karsa-Kalla Grup di Lantebung Makassar: “Allei Siri Nu”