Iran Serang Israel, Warganet Ramai-ramai Singgung Perang Dunia III

Minggu, 14 Apr 2024 16:56
    Bagikan  
Iran Serang Israel, Warganet Ramai-ramai Singgung Perang Dunia III
X/@warmonitor

Iran meluncurkan serangan ke Israel pada Sabtu, 13 April 2024 waktu setempat. Serangan diluncurkan berupa ratusan rudal dan drone atau pesawat tak berawak. Jagat dunia maya pun dihebohkan dengan tagar Perang Dunia III.

INDONESIATREN.COM - Iran meluncurkan serangan ke Israel pada Sabtu, 13 April 2024 waktu setempat. Serangan diluncurkan berupa ratusan rudal dan drone atau pesawat tak berawak. Jagat dunia maya pun dihebohkan dengan tagar Perang Dunia III.

Serangan ini diklaim merupakan respon terhadap serangan Israel terhadap konsulat Iran di Suriah dua minggu lalu. Serangan ini juga disebut sebagai respon Iran atas eskalasi yang terjadi di Jalur Gaza.

Melansir Aljazeera, konflik yang terjadi di Jalur Gaza telah menewaskan lebih dari 33.000 warga Palestina dan mendorong wilayah yang terkepung itu ke ambang kelaparan.

Baca juga: Erdogan Tegaskan akan Perkenalkan Israel Sebagai Penjahat Perang Kepada Dunia

Perang tersebut telah meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut, menyebar ke perbatasan dengan Lebanon dan Suriah dan menarik tembakan jarak jauh ke sasaran-sasaran Israel dari tempat yang jauh seperti Yaman dan Irak.

Pihak militer Israel mengatakan bahwa serangan yang diluncurkan oleh Iran terdiri dari lebih dari 300 drone pembunuh, rudal balistik, dan rudal jelajah. Namun, 99 persen serangan diklaim berhasil dihalau berkat bantuan pasukan dari Prancis, Inggris, dan Amerika Serikat.

Peluncuran tersebut, yang menurut militer berasal dari Iran, serta dari Irak dan Yaman, memicu sirene serangan udara di kota-kota di seluruh Israel, termasuk Tel Aviv, dengan ledakan yang terdengar ketika pertahanan udara mencegat proyektil-proyektil tersebut.

Baca juga: Menlu Turki Hakan Fidan Ingatkan Bahaya Kepemilikan Senjata Nuklir Israel

Petugas medis setempat menyebutkan seorang gadis di Israel selatan terluka oleh pecahan peluru dari drone yang berhasil dihalau. Serangan itu juga menyebabkan sejumlah kerusakan kecil pada infrastruktur di Israel.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengkonfirmasi serangan tersebut. Serangan diluncurkan di bawah "Operasi Janji Sejati" sebagai bagian dari hukuman atas kejahatan entitas Zionis yang menargetkan konsulat Iran di Suriah pada 1 April lalu.

Serangan di Damaskus menewaskan 12 orang, termasuk dua jenderal senior di Pasukan Quds IRGC. Sementara Israel tidak mengonfirmasi atau membantah bertanggung jawab atas serangan konsulat tersebut.

Dengan serangan rudal dan pesawat tak berawak tersebut, misi Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan bahwa mereka kini menganggap masalah ini telah selesai. Iran memperingatkan Israel akan adanya respons yang lebih jauh jika rezim Israel kembali berulah.

Baca juga: Elon Musk Sumbangkan Seluruh Pendapatannya dari Twitter untuk Palang Merah Palestina dan Rumah Sakit Israel

Sementara itu, di situs media sosial X, beberapa warganet turut mengunggah video serangan Iran ke Israel disertai tagar World War III atau Perang Dunia III. Hingga Minggu sore, ada sekitar 9
727 unggahan disertai tagar Perang Dunia III.

"Perang Dunia III segera dimulai: Di Arab; Iran, Yaman, Lebanon, Suriah, Irak vs Israel (NATO) Di Eropa; Rusia vs Ukraina (NATO) Di Asia; China vs Taiwan (NATO), Korea Utara vs Korsel (NATO). Misil Khaybar milik Iran mengena Pangkalan Udara Nevatim IDF di Naqab," tulis akun @Random_Psikis.

"Sementara di Gaza, rakyat menyambut dgn sukacita roket2 Iran yg membakar israhell penjajah. Kemana Saudi & Arab? Sebagai sesama Sunni, kami malu Syiah Iran yg menunjukkan pembelaannya pada rakyat Palestina. Perang Dunia III.," tulis akun @marvinil.

"Itu gak ada hubungannya sama palestina, iran gak peduli dengan palestina. Iran menyerang israel karena dubes mereka diserang bang... Gak ada hubungannya sama sekali dengan sentimen agama, sunni syiah," tulis akun @txtdarikorut.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Tumbuhkan Asa pada Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus Indonesia 2026 di Hall Dewan Pers Jakarta

Lowongan Kerja

Ragam Kamis, 4-Jun-2026 18:59
Lowongan Kerja
Gugat PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Kesimpulan Kuasa Hukum Ahli Waris Labbai: “Alas Hak Tergugat CACAT HUKUM dan TIDAK MEMPUNYAI KEKUATAN HUKUM”
Buktikan sebagai Pemilik Lahan Jelang Sidang Kesimpulan, Ahli Waris Labbai Bersihkan Kawasan yang Diduduki PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar

Lowongan Kerja

Ragam Minggu, 31-May-2026 23:04
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Jumat, 29-May-2026 19:24
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Rabu, 27-May-2026 21:41
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Selasa, 26-May-2026 22:47
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Senin, 25-May-2026 21:14
Lowongan Kerja
259 Karung Material Hitam Disita Polda Gorontalo, 2 Terduga Pelaku PETI Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara dan Denda 100 M
5 Hari Jelang Idul Adha, Inilah Menu Lezat Daging Kambing dan Sapi yang Layak Disiapkan bagi Keluarga
Sukses Digelar di SCBD Park Jakarta, KiN Space Dipuji Wamen Kebudayaan RI: “Efektif Menanamkan Rasa Cinta Budaya Indonesia sejak Usia Dini”
Pernah Tugas di KPK, Jabat Irjen, dan Kini Wakil Rektor Perbanas Institute, Haryono Umar: “Kita Butuh Presiden yang Betul-Betul Cinta kepada Rakyatnya”
Sidang Kesimpulan Ditunda, Jubir Labbai Ungkap Putusan MA yang Mendasari Aksi atas Papan Bicara PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar
Terkait Sengketa dengan Pihak Lain, Papan Bicara PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar Coba Dirobohkan Ahli Waris Labbai
Jelang Sidang Kesimpulan, Ahli Waris Tanah Labbai Berharap Menang Gugatan Atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar
Membedah Surat-Surat Labbai dan H. Raiya Dg. Kanang di Tanah yang Kini Diduduki PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar

Lowongan Kerja

Ragam Sabtu, 16-May-2026 23:15
Lowongan Kerja
Agar Kuat Berjuang Melawan PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Jubir Labbai Ziarah ke Makam H. Raiya Dg. Kanang
Tanah 27 Hektar, NJOP 1.416.000, Diklaim PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Jubir Labbai: “Yang Kamu Lawan Siapa”