Batik Khas Kota Sukabumi Bakal Dipamerkan di Australia

Teritori
Senin, 19 Feb 2024 08:00
    Bagikan  
Batik Khas Kota Sukabumi Bakal Dipamerkan di Australia
Istimewa/Dokpim Kota Sukabumi

Pemerintah Kota Sukabumi melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) menggencarkan lomba desain batik yang akan dipamerkan di Australia.

INDONESIATREN.COM - Pemerintah Kota Sukabumi melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) menggencarkan lomba desain batik khas Kota Sukabumi.

Nantinya, pemenang lomba akan diikutsertakan dalam ajang pameran batik di luar negeri, yakni di Sydney, Australia pada 29 Februari hingga 6 Maret 2024 mendatang.

Lomba desain batik ini sendiri merupakan upaya budaya batik dan menghasilkan batik resmi Kota Sukabumi.

Penjabat Wali Kota Sukabumi, Kusmana Hartadji mengatakan, desain batik terbaik akan dipromosikan ke dunia internasional dan diharapkan dapat meningkatkan popularitas batik Khas Kota Sukabumi.

Baca juga: Forkopimda Kota Sukabumi Lakukan Persiapan Penanggulangan Bencana Alam di Musim Hujan

Dalam lomba desain batik ini, kata Kusmana, ada 170 peserta yang mendaftar, dan hingga saat ini telah dipilih 10 desainer terbaik ke babak final.

"Saya mengapresiasi kegiatan ini sebagai bentuk kolaborasi dan peran Dekranasda Kota Sukabumi untuk menyelenggarakan kegiatan lomba desain batik," kata Kusmana Hartadji, seperti dikutip dari laman KDP Sukabumi Kota, Minggu, 18 Februari 2024.

"Saat ini sudah masuk ke babak final dengan para juri profesional. Lomba desain batik ini diharapkan dapat menghasilkan batik resmi Kota Sukabumi yang akan diaplikasikan sebagai pakaian resmi di seluruh perangkat daerah," lanjutnya.

Masih kata Kusmana, proses penilaian dilakukan secara akumulatif oleh tim juri profesional. Sepuluh desainer terbaik akan mempresentasikan karyanya dan menjelaskan makna di balik desainnya.

"Ini final lomba batik khas Sukabumi, jumlah pesertanya luar biasa, 170 yang mendaftar. Setelah dilakukan seleksi administrasi, kemudian muncul 91 peserta setelah dinilai oleh tim juri. Alhamdulillah, tim jurinya terdiri dari para profesional," ungkapnya.

Baca juga: Dijamin Gak Kebingungan Lagi, Berikut Tips Memilih Kemeja Batik yang Benar untuk Menghadiri Acara Formal

Kusmana juga menjelaskan, batik khas Kota Sukabumi nantinya akan terus dikenalkan kepada masyatakat luas, hingga ke dunia internasional.

Bahkan, ia juga berencana akan membuat surat edaran kepada setiap perangkat daerah agar batik khas Sukabumi ini digunakan oleh para ASN.

"Saya juga akan membuat surat edaran kepada setiap perangkat daerah agar batik khas Sukabumi ini digunakan oleh para ASN. Juga dapat digunakan oleh para siswa namun tidak memberatkan mereka. Namun semua 10 peserta ini akan mendapatkan penghargaan karena sudah juara," tuturnya.

"Desain batik yang menjadi juara pada lomba tahun ini, mesti dijadikan pakaian dinas dan resmi oleh Pemerintah Kota Sukabumi sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja dan upaya para desainer," ujarnya.

Baca juga: UMK 2024 Kota Sukabumi Diusulkan Naik 3,5 Persen, Segini Besarannya

"Kami memahami bahwa keberlanjutan kearifan warisan budaya seperti batik ini merupakan tanggung jawab bersama. Saya berharap, hasil dari lomba desain batik ini akan mengenalkan keindahan batik khas Sukabumi kepada dunia," pungkasnya.

Salah satu yang memukau para juri adalah desain batik "Reugreug" karya Talitha Tri Deviani dan keluar sebagai juara pertama. Motif batiknya unik dan sarat makna mencerminkan kekayaan budaya dan tradisi Kota Sukabumi.

Kemudian, ada juga M Ivansyah Ramdani dengan desain "Batik Tirta Sari" dan Kresna Yudha Utama dengan desain "Mojen (Mochi dan Wijen)" yang memadukan ikon kuliner mochi dan wijen khas Kota Sukabumi, masing-masing meraih juara kedua dan ketiga.

Sementara, Bintang Rexsa dengan desain "Cikahuripan", Wildan Abdullah dengan desain "Balai Kota Sukabumi", dan Natania Dafina dengan desain "Ambara" berhasil mendapatkan predikat juara harapan.

Baca juga: Jelang Akhir Tahun, Realisasi Pajak Daerah Kota Sukabumi Belum 100 Persen

Ketua Dekranasda Kota Sukabumi, Diana Rahesti, mengungkapkan rasa bangga terhadap seluruh peserta lomba. Ia berharap desain-desain batik yang dihasilkan dapat menjadi identitas dan kebanggaan Kota Sukabumi.

Diana juga memastikan bahwa desain batik khas Kota Sukabumi ini akan diproduksi dalam bentuk kain batik dan didaftarkan hak kekayaan intelektual (HAKI) untuk melindungi karya para desainer.

"Semoga melalui lomba ini, kita telah bisa menjawab aspirasi warga Kota Sukabumi yang mengharapkan adanya batik khas Kota Sukabumi untuk menjadi identitas kota ini," kata Diana.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Sidang 25 Kali hingga Putusan di PN Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai: “PT Bumi Karsa Mendalilkan Membeli Lokasi Itu pada 1980 dari Orang Sudah Meninggal pada 1979”
Hadir sebagai Narasumber di Temu Jurnalis Provinsi Gorontalo 2026, Dirreskrimsus Polda Gorontalo: “Masyarakat Perlu Memahami Pentingnya Menghormati Hak Cipta”
Putusan Gugatan Ahli Waris Labbai Dibacakan di PN Makassar 23 Juni 2026, Jubir: "PT Bumi Karsa Secara Tidak Langsung Sudah Mengakui Lokasi Bukan Miliknya"
Dukung Penanganan Perkara Tindak Pidana Korupsi, KPK dan Kortas Tipidkor Polri Kunjungi dan Gelar RDP di Polda Gorontalo
Resmi Jawab Somasi Melalui Kuasa Hukum, Ahli Waris Labbai akan Bongkar dan Kembalikan Papan Bicara PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar

Lowongan Kerja

Ragam Rabu, 10-Jun-2026 19:58
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Selasa, 9-Jun-2026 18:49
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Senin, 8-Jun-2026 21:28
Lowongan Kerja
Tanah Diduduki dan Disomasi PT Bumi Karsa-Kalla Grup, Jubir Ahli Waris Labbai: “Kita Santai Saja, Tunggu Putusan Pengadilan Negeri Makassar”
Disomasi PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar karena Timbun dan Bersih-Bersih Tanah Milik Sendiri, Jubir Ahli Waris Labbai: “Salah Alamat”
Tumbuhkan Asa pada Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus Indonesia 2026 di Hall Dewan Pers Jakarta

Lowongan Kerja

Ragam Kamis, 4-Jun-2026 18:59
Lowongan Kerja
Gugat PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar, Kesimpulan Kuasa Hukum Ahli Waris Labbai: “Alas Hak Tergugat CACAT HUKUM dan TIDAK MEMPUNYAI KEKUATAN HUKUM”
Buktikan sebagai Pemilik Lahan Jelang Sidang Kesimpulan, Ahli Waris Labbai Bersihkan Kawasan yang Diduduki PT Bumi Karsa-Kalla Grup Makassar

Lowongan Kerja

Ragam Minggu, 31-May-2026 23:04
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Jumat, 29-May-2026 19:24
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Rabu, 27-May-2026 21:41
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Selasa, 26-May-2026 22:47
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Senin, 25-May-2026 21:14
Lowongan Kerja
259 Karung Material Hitam Disita Polda Gorontalo, 2 Terduga Pelaku PETI Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara dan Denda 100 M