Prediksinya, 11 Kota Besar Dunia Ini Bernasib Seperti Atlantis: Tenggelam, Urutan Pertama Ada di Indonesia

Selasa, 19 Dec 2023 10:03
    Bagikan  
Prediksinya, 11 Kota Besar Dunia Ini Bernasib Seperti Atlantis: Tenggelam, Urutan Pertama Ada di Indonesia
Youtube

Sebuah gelombang besar pada sebuah perairan.

INDONESIATREN.COM - Kerusakan alam yang terjadi di berbagai dunia menyebabkan terjadinya global warming atau pemanasan global. Kondisi itu mengakibatkan suhu udara semakin panas.

Semakin panasnya suhu udara memicu bertambah tingginya permukaan laut. Tentu saja, kondisi itu sangat mengancam kehidupan.

Satu sinyal semakin bertambahnya permukaan air laut yakni terjadinya banjir yang melanda daerah-daerah pesisir, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga negara-negara lain. Tidak itu saja, gelombang pasang pun kerap terjadi.

Melansir berbagai sumber, akibat The Global Warming, prediksinya, pada 2100, ada 11 kota di dunia yang secara perlahan, tenggelam seiring dengan kian tingginya permukaan laut.

Baca juga: BMKG: Hati-hati, Hujan Deras dan Badai Landa Banyak Daerah, di Mana Saja Ya?

Yang mengejutkannya, satu di antara 11 kota besar dunia itu berlokasi di Indonesia. Bahkan, kota di air ini menempati urutan pertama daftar kota-kota yang perkiraannya tenggelam pada 2100.

Lalu, kota-kota mana saja yang perkiraannya tenggelam tersebut?

1. Jakarta (Indonesia)
The World Economic Forum menyatakan, kota yang dulunya bernama Sunda Kalapa, lalu berubah menjadi Jayakarta, dan kemudian saat pendudukan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) bernama Batavia ini, konon, ketinggiannya tanahnya turun 6,7 inci per tahun.

Kondisi itu terjadi karena terpompanya air tanah secara ekstrim dan berlebihan. Dampaknya, ketinggian tanah berkurang.

Baca juga: Tanah Bergerak di Cireunghas Sukabumi, PVMBG: Masih Ada Potensi Longsor dan Retakan

Mengerikannya, The World Economic Forum memperkirakan, pada 2050, mayoritas wilayah Jakarta terendam air.

2. Lagos (Nigeria)
The World Economic Forum menyatakan, prediksi tenggelamnya Lagos karena The Global Warming memicu terkikisnya garis pantai kota tersebut akibat bertambahnya ketinggian air laut.

Studi University of Plymouth (2012) menyatakan, pertambahan ketinggian permukaan laut sebanyak 3-9 kaki atau 0,9 meter-2,7 meter berefek buruk dan mengancam manusia.

3. Houston Texas (AS)
Pada urutan ketiga, Houston Texas di Amerika Serikat (AS), juga diprediksi The World Economic Forum turut tenggelam. Setiap tahun, ketinggian kota ini berkurang 2 inchi per tahun.

Baca juga: 102 Warga Bogor Mengungsi Dampak Gempa Magnitudo 4,6 di Sukabumi

Mirip Jakarta, kondisi Houston itu akibat pemompaan air tanah secara berlebihan. Tidak hanya tenggelam, Houston pun rentan bencana.

Terjadinya Badai Harvey yang menyebabkan kerusakan 135 unit rumah menjadi indikatornya.

4. Dhaka (Bangladesh)
Berdasarkan informasi The New York Times, Bangladesh turut bekontribusi terjadinya The Global Warming, yakni sekitar 0,3 persen emisi karbon. Dampaknya pun tidak main-main.

Di antaranya, bertambahnya ketinggian permukaan laut. Perkiraannya, pada 2050, sekitar 17 persen daratan negara itu terendam laut.

Baca juga: Tanah Bergerak di Cireunghas Sukabumi, PVMBG: Masih Ada Potensi Longsor dan Retakan

5. Venice (Italia)
Beralih ke Italia. Negara yang dulunya berupa imperium ini pun memiliki kota yang terancam tenggelam. Yakni Venice. Informasinya, setiap tahun, ketinggian tanah Venecia berkurang 0,08 persen.

Untuk mengantisipasinya, pada awal milenium, yaitu 2003, Pemerintah Italia membangun Mose. Ini sejenis tanggul banjir yang terdiri atas 78 pintu plus tiga saluran air.

6. Virginia (AS)
Bagi para penyuka pantai, tentunya mengenal nama Virginia, kota yang terletak di pesisir timur AS. Di balik keindahannya, ternyata, ada bahaya yang luar biasa.

The National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) menginformasikan, Virginia memiliki rasio pertambahan permukaan laut yang sangat cepat.

Baca juga: Bencana Longsor, Angin Kencang dan Banjir Bandang Landa Wonosobo, Dua Warga jadi Korban

Pada 2100, permukaan air laut Virginia bertambah tinggi sekitar 12 kaki atau setara 3 meter.

7. Bangkok (Thailand)
Selain Jakarta, di Asia Tenggara, ada kota besar lainnya yang juga berpotensi tenggelam. Yaitu Bangkok. Kabarnya, Bangkok lebih cepat tenggelam daripada Jakarta.

The Guardian menyampaikan, efek bertambahnya permukaan laut secara drastis menyebabkan Bangkok berpotensi tenggelam pada 2030.

8. New Orleans Louisiana (AS)
Berdasarkan studi dan penelitian The National Aeronautics and Space Administration (NASA) pada 2016, perkiraannya, ada kota lain di AS yang juga berpotensi tenggelam.

Baca juga: Pendaki Gunung Marapi Zhafira Zarim Febriana Meninggal Dunia, Kini Total Korban Erupsi Jadi 24 Orang

Perkiraannya, pada 2100, New Orleans tenggelam. Selama ini, setiap tahunnya, ketinggian permukaan tanah New Orleans berurang 2 inchi per tahun.

Bahkan, ada beberapa wilayah New Orleans, yang terletak pada delta sungai, ketinggiannya lebih rendah daripada permukaan laut, yakni sekitar 15 kaki atau 4,5 meter.

9. Rotterdam (Belanda)
The Global Warming pun mengancam tenggelamnya kota ternama di Belanda, Rotterdam.

The New York Times memperkirakan, hampir 90 persen ketinggian kota di Negeri Kincir Angin ini berada lebih rendah daripada permukaan laut. Otomatis, potensi terjadinya banjir lebih besar.

Baca juga: PT KAI Punya Kiat Antisipasi Longsor, Begini Caranya

Sebagai antisipasinya, pemerintah Negeri Bunga Tulip melakukan berbagai cara. Antara lain, menggulirkan program The Room for The River berupa Taman Air. Fungsinya, sebagai dam alias bendungan.

Tidak itu saja, pemerintah Belanda pun membangun pintu air berukuran super jumbo.

10. Alexandria, Mesir
Kota yang pernah dikuasai Alexander The Great alias Alexander Agung pada sekitar 300 SM ini terletak di pantai Mesir. Namun, dalam perkembangannya, kota yang juga bernama Iskandariyah ini terancam tenggelam.

Kondisi itu terjadi akibat permukaan Laut Tengah yang semakin tinggi. Prediksinya, pada 2100, ketinggian air Laut Tengah bertambah sekitar 0,3 meter.

Baca juga: Ngeri! Warga Saksikan Detik-detik Longsor Tutup Akses Jalan di Cicantayan Sukabumi

11. Miami Florida (AS)
Tidak hanya Houston, Virginia, dan New Orleans, ada satu kota lainnya di AS yang berpotensi tenggelam akibat bertambahnya ketinggian permukaan laut, yakni Miami Florida.

Jeff Goodell, penulis dan pengamat lingkungan, berpendapat, akhir abad ini bisa menjadi momentum tenggelamnya Miami.

Terkikisnya daratan akibat semakin tingginya permukaan laut yang lebih cepat daripada wilayah lainnya di dunia menjadi penyebabnya. (*)

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Gandeng PT CMNP, Kadister Koarmada TNI AL Tinjau Lokasi Perencanaan Pembangunan Jembatan Leuwidinding Jampangtengah-Gunungguruh Kabupaten Sukabumi
Tutup MPLS dengan Aksi Peduli Lingkungan, SMAN 1 Cibadak Sukabumi Tanam 500 Bibit Pohon dan Cat Jembatan Bersama Lintas Sekolah, Forkopimcam, Tokoh Masyarakat, KNPI, serta Karang Taruna
Berkat Komsos Persuasif dan Humanis, Pos Kout Satgas Pamtas Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad Terima Penyerahan Senjata Api Rakitan secara Sukarela dari Tokoh Adat Desa Bekuan Kalbar
Peduli Generasi Muda Perbatasan, Personel Pos Kout Satgas Pamtas Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad Jadi Gadik Materi Wasbang dan Pramuka bagi Pelajar SMPN 1 Ketungau Hulu Sintang Kalbar
Wujudkan Toleransi Antar-Umat Beragama, Satgas Pamtas Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad dan Warga Kerja Bakti Bersihkan Gereja di Desa Riam Sejawak Kalbar
Sidang Putusan Gugatan Ahli Waris Labbai atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Ditunda Hingga 3 Kali di PN Makassar, Politisi Haris Baginda: “Hakul Yakin, Ahli Waris Pasti akan Menang”
Peduli Kesehatan Warga Perbatasan, Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad Gelar Pengobatan Gratis dari Rumah ke Rumah Warga Desa Badau Kapuas Hulu Kalbar

Lowongan Kerja

Ragam Rabu, 15-Jul-2026 18:51
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Selasa, 14-Jul-2026 18:03
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Minggu, 12-Jul-2026 21:03
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Sabtu, 11-Jul-2026 20:31
Lowongan Kerja
Menerima Sertifikat IP PMR Pangan Olahan, Pabrik PT Amerta Indah Otsuka di Pasuruan Jatim Dikunjungi Kepala BPOM RI
Rayakan HUT Ke-64, Satgas Pamtas Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad Gelar Olahraga Bersama dan Syukuran di Pos Kotis Badau Kapuas Hulu Kalbar
HUT Ke-64, Satgas Pamtas RI-MLY Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad Gandeng Puskesmas Badau Gelar Baksos Khitanan Massal dan Pengobatan Gratis bagi Warga Desa Pulau Majang Kalbar

Lowongan Kerja

Ragam Selasa, 7-Jul-2026 23:42
Lowongan Kerja
7 dan 5 Hari Jelang Sidang Putusan di PN Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai Kembali Rekam Video: “Jangan Terkesan PT Bumi Karsa Orang Besar, Bisa Semena-mena Mengambil Haknya Keluarga Ahli Waris Labbai”
Rayakan Orange’s Day 27th, Mahasiswa FIKOM Universitas Esa Unggul dan Komunitas Gumul Juang Sukses Gelar Program PKM di Jatinegara Jakarta Timur
Setelah Atraksi dengan Barang Bekas Viral di Medsos, SDN Tegalega Jampangtengah Sukabumi Dapat Peralatan Marching Band Baru dari Presiden Prabowo Subianto
11 Hari Jelang Putusan Hakim PN Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai Buat Video Kronologi Sengketa: “PT Bumi Karsa-Kalla Grup Tidak Pernah Membeli Lokasi Ahli Waris Labbai bin Sonde”
“The Friendship Linedance Gathering” Bersama Jun & Friends di Revo Mall Kota Bekasi: Dimeriahkan Mama-Mama Very Cute, Pererat Silaturahmi Sesama Pedansa