Menelisik Sejarah dan Peradaban Kabupaten Sukabumi Lewat Museum, Mulai dari Prasejarah Hingga Zaman Penjajah

Minggu, 24 Dec 2023 07:16
    Bagikan  
Menelisik Sejarah dan Peradaban Kabupaten Sukabumi Lewat Museum, Mulai dari Prasejarah Hingga Zaman Penjajah
Dok. Indonesiatren.com

Keberadaan Museum Tionghoa Soekaboemi menjadi ikon sejarah dan keberagaman di Kota Sukabumi. Museum ini berlokasi di Kompleks Danalaga Square, Jalan Pajagalan, Kelurahan Nyomplong, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi.

INDONESIATREN.COM - Kabupaten Sukabumi, satu diantara wilayah di Jawa Barat yang sarat akan sejarah dan peradaban masyarakat Tatar Sunda.

Menelisik sejarah dan peradaban yang ada di Kabupaten Sukabumi, terbukti dari sejumlah benda peninggalan, mulai dari benda prasejarah hingga zaman penjajah, tersimpan dengan baik di beberapa museum yang ada.

Dan kekayaan sejarah dan budaya itu pun menjadi aset berharga daerah untuk warga sekitar, serta menjadi daya tarik tersendiri bagi wisata edukasi, hingga saat ini.

Sebut saja, satu diantara museum yang menyimpan serpihan peradaban di Sukabumi yaitu Museum Megalodon yang berlokasi di Surade Kabupaten Sukabumi.

Baca juga: Bandung Raya dan Bogor Raya Alami Over Tourism, Disparbud Jabar Geser Pergerakan Wisatawan ke Cirebon Raya

Dilihat dari namanya saja, Museum Megalodon menyimpan sejumlah artefak hewan prasejarah seperti fosil ikan hiu purba Megalodon.

Berikut 4 museum yang wajib dikunjungi saat berwisata ke Kabupaten Sukabumi, diantaranya: 

  1. Museum Tionghoa

Museum tionghoa yang menjadi saksi sejarah keberadaan warga Tionghoa di Sukabumi. Museum ini menyimpan berbagai benda bersejarah seperti alat rumah tangga, mata uang, kendaraan, dan barang-barang antik lainya. 

Baca juga: Penyebab Biang Keringat dan Cara Untuk Mengatasinya Ala dr Sungadi Santoso

Museum ini berlokasi di Nyomplong Kecamatan Warudoyong,  Kota Sukabumi, Jawa Barat.

  1. Museum Prabu Siliwangi

Tempat ini menyimpan barang hampir 70 persen merupakan warisan dari keluarga besar Rd. Sunawinata sebagai pendiri museum yang merupakan keturunan ke 15 dari Prabu Siliwangi.

Selain itu museum ini juga menyimpan mana-nama keturunan Prabu Siliwangi yang telah tercatat dengan rapi dan dapat dibuktikan oleh ijazah desa pada tahun 1910.

Baca juga: Mengungkap Istilah Red Flag di Kalangan Anak Muda Zaman Now, Apa Itu?

Tempat ini berada di Komplek Pesantren Dzikir Al-Fath jalan Merabu, Perumahan Gading Kencana Asri, Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Gunung Puyuh, Kota Sukabumi, Jawa Barat.

  1. Museum Megalodon

Sesuai namanya "MEGALODON" museum ini didalamnya terdapat  koleksi fosil ikan hiu purba megalodon yang jumlahnya ada 500 buah.

Memiliki koleksi fosil gigi ikan hiu megalodon, moluska jenis kerang, keong, tulang paus, hingga muntahan paus.

Baca juga: Tak Perlu Berobat, Cara Untuk Membantu Menjaga Fungsi Ginjal Hanya Dengan 3 Upaya Berikut Ini

Adapun lokasi museum Megalodon ini, tepat di samping Kantor Desa Gunung Sungging, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

  1. Museum Palagan Bojongkokosan

Museum ini dibangun sebagai tanda penghargaan bagi para pejuang Sukabumi. Tempat ini juga memiliki beberapa koleksi yang dibagi menjadi dua ruang, masing-masing ruang menggambarkan masa perjuangan dengan judul yang berbeda.

Museum ini berlokasi di Jalan Siliwangi 75, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. (*)

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Dikirim Bantuan 15.000 Liter Air Bersih Setelah 2 Bulan Dilanda Kekeringan Parah, Warga Kampung Babakan Sari Sukabumi Berucap Alhamdulillah: “Terima Kasih PMI dan BPBD”
Gandeng PT CMNP, Kadister Koarmada TNI AL Tinjau Lokasi Perencanaan Pembangunan Jembatan Leuwidinding Jampangtengah-Gunungguruh Kabupaten Sukabumi
Tutup MPLS dengan Aksi Peduli Lingkungan, SMAN 1 Cibadak Sukabumi Tanam 500 Bibit Pohon dan Cat Jembatan Bersama Lintas Sekolah, Forkopimcam, Tokoh Masyarakat, KNPI, serta Karang Taruna
Berkat Komsos Persuasif dan Humanis, Pos Kout Satgas Pamtas Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad Terima Penyerahan Senjata Api Rakitan secara Sukarela dari Tokoh Adat Desa Bekuan Kalbar
Peduli Generasi Muda Perbatasan, Personel Pos Kout Satgas Pamtas Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad Jadi Gadik Materi Wasbang dan Pramuka bagi Pelajar SMPN 1 Ketungau Hulu Sintang Kalbar
Wujudkan Toleransi Antar-Umat Beragama, Satgas Pamtas Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad dan Warga Kerja Bakti Bersihkan Gereja di Desa Riam Sejawak Kalbar
Sidang Putusan Gugatan Ahli Waris Labbai atas PT Bumi Karsa-Kalla Grup Ditunda Hingga 3 Kali di PN Makassar, Politisi Haris Baginda: “Hakul Yakin, Ahli Waris Pasti akan Menang”
Peduli Kesehatan Warga Perbatasan, Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad Gelar Pengobatan Gratis dari Rumah ke Rumah Warga Desa Badau Kapuas Hulu Kalbar

Lowongan Kerja

Ragam Rabu, 15-Jul-2026 18:51
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Selasa, 14-Jul-2026 18:03
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Minggu, 12-Jul-2026 21:03
Lowongan Kerja

Lowongan Kerja

Ragam Sabtu, 11-Jul-2026 20:31
Lowongan Kerja
Menerima Sertifikat IP PMR Pangan Olahan, Pabrik PT Amerta Indah Otsuka di Pasuruan Jatim Dikunjungi Kepala BPOM RI
Rayakan HUT Ke-64, Satgas Pamtas Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad Gelar Olahraga Bersama dan Syukuran di Pos Kotis Badau Kapuas Hulu Kalbar
HUT Ke-64, Satgas Pamtas RI-MLY Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad Gandeng Puskesmas Badau Gelar Baksos Khitanan Massal dan Pengobatan Gratis bagi Warga Desa Pulau Majang Kalbar

Lowongan Kerja

Ragam Selasa, 7-Jul-2026 23:42
Lowongan Kerja
7 dan 5 Hari Jelang Sidang Putusan di PN Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai Kembali Rekam Video: “Jangan Terkesan PT Bumi Karsa Orang Besar, Bisa Semena-mena Mengambil Haknya Keluarga Ahli Waris Labbai”
Rayakan Orange’s Day 27th, Mahasiswa FIKOM Universitas Esa Unggul dan Komunitas Gumul Juang Sukses Gelar Program PKM di Jatinegara Jakarta Timur
Setelah Atraksi dengan Barang Bekas Viral di Medsos, SDN Tegalega Jampangtengah Sukabumi Dapat Peralatan Marching Band Baru dari Presiden Prabowo Subianto
11 Hari Jelang Putusan Hakim PN Makassar, Jubir Ahli Waris Labbai Buat Video Kronologi Sengketa: “PT Bumi Karsa-Kalla Grup Tidak Pernah Membeli Lokasi Ahli Waris Labbai bin Sonde”